| Selasa, 12 Oktober 2004 | NASIONAL |
PKS dan Golkar Merasa Dirugikan
SEMARANG-Pembentukan alat kelengkapan DPRD Jateng, terutama pembentukan pimpinan komisi-komisi, diwarnai dengan ketidakpuasan. Namun semua pihak merasa legawa, karena setelah terbentuk komisi-komisi, anggota legislatif Jateng bisa segera bekerja maksimal. ''Berpolitik itu ada etika atau fatsunnya. Saya berpolitik, yang saya gugu (percaya) omongannya. Dalam pertemuan informal, Partai Golkar mendapat jatah ketua Komisi E dan sekretaris Komisi B, ternyata kami hanya mendapat satu kursi di Komisi E,'' kata Ketua Fraksi Partai Golkar Soejatno Pedro seusai rapat paripurna penepatan anggota dan pimpinan komisi di Gedung DPRD Jateng, Senin (11/10). Rapat tersebut dipimpin oleh Ketua DPRD Murdoko SH, dihadiri oleh Sekda Mardjijono. Selain penetapan komisi, DPRD Jateng juga telah berhasil menyusun alat kelengkapan lainnya, yaitu Panitia Anggaran dan Panitia Musyawarah. Pedro menegaskan, sebelum melakukan musyawarah mufakat di tiap-tiap komisi sudah dilakukan pertemuan informal. Hasil pertemuan tersebut, fraksinya mendapat jatah dua kursi pimpinan komisi. Kenyataannya, fraksinya hanya mendapat satu kursi, yaitu ketua Komisi E yang diduduki oleh Iqbal Wibisono. Di lain pihak, anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Muhammad Haris juga mengungkapkan kekurangpuasannya. Menurut dia, pembagian kursi pimpinan komisi tidak jelas aturannya. ''Aturan pembagian komposisi tidak jelas memakai yang mana. Dalam tata tertib memang disebutkan pimpinan komisi dipilih dari dan oleh anggota komisi. Tetapi atas dasar apa si A mendapat pimpinan di sana dan si B mendapat kursi di sini,'' tandasnya. Namun dia menyatakan fraksinya tetap legawa atas terbentuknya komisi-komisi tersebut. Dia mengharapkan kinerja anggota DPRD bisa maksimal dengan terbentuknya alat kelengkapan tersebut. Dalam komposisi pimpinan komisi itu, FPKS yang memiliki tujuh anggota kemungkinan kehilangan jatah satu kursi wakil ketua atau sekretaris komisi. Jika menggunakan penentuan skor lama, FPKS memiliki bobot 1,33. Namun hanya bisa menempatkan Agus Abdulatif sebagai wakil ketua Komisi B. Padahal, fraksi itu masih mendapat bobot sisa 0,83 atau setara satu kursi wakil ketua/sekretaris komisi. Sedangkan FPG yang beranggotakan 17 kursi memiliki bobot 3,23. Setelah HM Hasbi terpilih sebagai wakil ketua Dewan yang bobotnya 2, nilanya masih 1,23. Fraksi tersebut masih memperoleh sisa 0,23. Voting Penentuan pimpinan komisi-komisi berjalan cukup lancar yang sebagian besar berdasarkan mufakat. Dari lima komisi, hanya komisi B yang pemilihannya alot sehingga harus divoting. Voting tersebut untuk menentukan apakah sekretaris Komisi B dari PKB yakni Zuhar Mahsun atau dari FPG yaitu Minardi. Posisi ketua Komisi B diputuskan untuk Khafid Sirotudin (FPAN) dan wakil ketua bagi Agus Abdul Latif (FPKS). Dalam voting paket A terdiri atas Khafid (ketua), Abdul Latif (wakil ketua), dan Minardi (sekretaris) mendapat 5 suara, sedangkan paket B dengan sekretaris Zuhar Mahsun mendapat 10 suara. Satu suara dinyatakan abstain karena memilih paket A dan B, sedangkan dua suara tidak hadir. Jumlah anggota Komisi B adalah 18 suara. Sementara itu, FPP yang beranggotakan 10 orang dengan bobot 1,9 berhasil menempatkan seorang lagi wakilnya di Komisi D. Padahal, bila menggunakan sistem pembobotan model lama, fraksi ini minus 0,1 setelah anggotanya Hisyam Alie terpilih sebagai wakil ketua DPRD yang bobotnya 2. FPAN yang beranggotakan 10 orang menempatkan tiga anggotanya di pimpinan komisi. Fraksi Partai Demokrat yang juga beranggotakan 10 orang menempatkan dua wakilnya di pimpinan komisi. FPDI-P yang merupakan fraksi terbesar dengan jumlah 31 anggota mendudukkan empat anggotanya. Dan FKB yang beranggotakan 15 orang dengan bobot 2,85 berhasil mendapat tiga kursi pimpinan komisi.(G1,G7-58t) Komposisi Pimpinan Komisi Komisi A - Ketua : Subyakto (FPD) - Wakil Ketua : Husyein Shifa (FKB) - Sekretaris : Agustina Wilujeng (FPDI-P) Komisi B - Ketua : Khafid Sirotudin (FPAN) - Wakil ketua : Agus Abdullatif (FPKS) - Sekretaris : Zuhar Mahsun (FKB) Komisi C - Ketua : Supito (FPDI-P) - Wakil Ketua : Sugiharti (FPD) - Sekretaris : Nur Rosyadi (FKB) Komisi D - Ketua : Maulen Sinaga (FPDI-P - Wakil Ketua : Moh Endro Suyitno (FPP) - Sekretaris : Taufik Muchtar (FPAN) Komisi E - Ketua : Iqbal Wibisono (FPG) - Wakil Ketua : Daniel Toto Indiyono (FPDI-P) - Sekretaris : Thontowi Jauhari (FPAN) (G1- 58) |