| Selasa, 12 Oktober 2004 | NASIONAL |
PKS Dapat Jatah Lebih dari Tiga
JAKARTA-Presiden terpilih Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mulai menyiapkan keputusan presiden (keppres) tentang pengangkatan dan pelantikan anggota kabinetnya. SBY juga melakukan berbagai persiapan teknis, terkait pergantian pemerintahan dari Presiden Megawati kepada dirinya. Rapat membahas pembuatan keppres dan berbagai persiapan teknis itu digelar di kediamannya di Puri Cikeas Indah, Gunung Putri Bogor, kemarin (Senin, 11/10). Rapat dihadiri tiga orang, yakni SBY, wapres terpilih Jusuf Kalla, dan Yusril Ihza Mahendra yang saat ini masih menjabat sebagai menkeh dan HAM pada pemerintahan Megawati. Sementara itu, fit and proper test atau seleksi nama calon menteri akan dilakukan setelah 13 Oktober 2004. Para calon akan dipanggil untuk diajak dialog tentang visi dan program-programnya setelah diangkat menjadi menteri. Informasi tentang materi pertemuan itu disampaikan Andi Mallarangeng, pengamat politik yang menyebut dirinya sebagai sahabat SBY. Menurut dia, pertemuan itu membahas persiapan pembuatan keppres, sehingga keppres-keppres itu sudah siap saat SBY dilantik. "Prinsipnya, Pak SBY ingin hari pertama pemerintahan terbentuk, hari itu juga kabinet mulai bekerja. Jadi, kalau pagi ini beliau dilantik sebagai presiden, dan sorenya melantik menteri, kan butuh keppres. Padahal saat ini beliau kan belum bisa bikin keppres. Persiapan teknis inilah yang sedang dibicarakan," jelas Andi Mallarangeng. Tentang kehadiran Yusril dalam pertemuan terbatas itu, dia menyatakan, Ketua Umum PBB itu merupakan salah satu pendukung terbuka SBY. "Dan juga sebagai orang yang mengerti tentang persiapan peraturan pemerintahan." Dijelaskannya, sampai sejauh ini belum ada komunikasi dengan pemerintahan Megawati. Sedangkan dalam penyusunan keppres, dibutuhkan informasi detail tentang jumlah keppres yang sudah dikeluarkan pemerintahan berjalan, berikut nomor keppres dan sebagainya. "Itu baru dari sisi nomor (keppres). Bisa dibayangkan untuk pergantian pemerintahan, kan juga harus ada komunikasi sebelumnya. Yaitu, mengenai program apa saja yang sedang berjalan, dan harus dilanjukan. Bagaimana perkembangannya dan dokumen-dokumen apa saja yang penting." Seharusnya, jelas Andi Mallarangeng, pada masa transisi ini komunikasi antara presiden terpilih dan presiden yang sedang berjalan sudah mulai berlangsung. "Pak SBY sudah mengajukan permintaan tersebut, dan sekarang menunggu respons Bu Mega," ujar pengamat politik yang disebut sebagai calon juru bicara presiden itu. Diseleksi setelah 13 Oktober Jusuf Kalla menjelaskan, kabinet SBY-JK akan diisi 34 menteri. Jumlahnya bertambah dibandingkan dengan kabinet Megawati. Calon menteri akan mengikuti fit and proper test, setelah 13 Oktober 2004. "Setelah tanggal 13 Oktober, kami akan memanggil para calon menteri untuk melakukan fit and proper test. Dalam dua tiga hari, personel yang akan dipanggil harus mengusulkan program-programnya ke depan," kata wapres terpilih Jusuf Kalla usai pertemuan di kediaman presiden terpilih SBY di Puri Cikeas Indah, Gunung Putri Bogor, Senin (11/10). Dia menjelaskan, susunan kabinet akan terdiri atas 34 pos kementerian. "Itu berarti ada tambahan dua kursi menteri dibandingkan dengan Kabinet Megawati, yaitu Dewan Ekonomi Nasional (DEN) dan Dewan Keamanan Nasional (DKN)," ungkapnya. Lebih lanjut Kalla mengatakan, dalam kabinet mendatang tetap ada tiga menko. Ketiganya membawahkan tugas yang memfokuskan pada masalah hukum, pemberantasan korupsi, pendidikan, dan ekonomi. "Struktur lengkap akan ditetapkan hari ini (Selasa, 12/10)," jelas Kalla. Selain itu, tambah Yusril, ada dua pos baru dalam kabinet SBY-JK, yaitu kementerian kepemudaan dan kementerian perdagangan, yang merupakan pecahan dari Departemen Perindustrian dan Perdagangan (Depperindag). "Tetapi ini masih diperdebatkan. Tiga hari ini kami akan secara intensif membicarakan," kata Menkeh dan HAM Yusril Ihza Mahendra. Dia mengatakan, calon menteri yang akan menjabat posisi tersebut belum diputuskan. Jumlah menteri secara keseluruhan ada 34 orang. "Nanti setelah strukturnya ditetapkan, baru akan ada pemanggilan calon menteri. Struktur kabinet finalnya akan ditetapkan pada 13 Oktober," ujarnya. Presiden terpilih SBY hingga kini masih melakukan pertemuan membahas staf khusus kepresidenan bersama dengan tenaga ahli dan profesional. Di antaranya pengamat politik Andi Mallarangeng, ekonom dari Universitas Indonesia (UI) Chatib Bisri, Direktur Lembaga Survei Indonesia (LSI) Denny JA, dan Prof Joyowinoto dari Institute Pertanian Bogor (IPB). Sebelumnya SBY menerima Menteri Pertambangan dan Energi Poernomo Yusgiantoro. Namun sang menteri tidak bersedia memberikan komentar mengenai isi pertemuan. Menurut Andi Mallarangeng, dalam pertemuan tersebut SBY meminta masukan dan data terbaru mengenai Kementerian Pertambangan dan Energi seperti harga minyak. Jatah Lebih dari 3 Menteri Secara terpisah, Tim Partai Keadilan Sejahtera (PKS) juga terus menggodok nama calon menteri yang akan diajukan dalam kabinet SBY-JK. Menurut informasi, jatah yang akan diterima PKS lebih dari 3 menteri. ''Sudah dibentuk tim yang membicarakan calon menteri dari PKS, dan telah ditangani lembaga tinggi partai. Jadi, kami tidak ingin mendahului, karena akan dilakukan fit and proper test dari SBY pada calon yang ada," kata Pjs Presiden PKS Tifatul Sembiring usai acara serah terima jabatan di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta, Senin (11/10). "Kalau kami ungkap sekarang, kalau tidak lulus kan tidak bagus. Insya Allah ada menteri dari PKS," imbuhnya. Jumlahnya, menurut dia, diperkirakan dua sampai tiga menteri. ''Insya Allah lebih dari itu," kata Tifatul. Lebih lanjut, kata dia, tawaran menteri yang diberikan kepada Hidayat Nurwahid akan diserahkan pada kader PKS lainnya. "Yang pasti bukan saya," imbuhnya. PKS sebagai salah satu partai yang mendukung SBY-JK, akan tetap mengkritisi jalannya pemerintahan mendatang. "Kami tidak akan melakukan impeachment, tetapi tetap akan mengkritisi pemerintahan SBY-JK dalam koridor yang baik," tambah Tifatul Sembiring.(dtc-69t) |