logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 12 Oktober 2004 EKONOMI
Line

Tempat Buah Unik Banyak Diborong

JEPARA- Para pemilik showroom kerajinan ukiran di Kawasan Industri Mulyoharjo (KIM) Jepara beberapa waktu ini mendapat banyak kunjungan dari para pelancong, baik keluarga maupun rombongan yang tertarik untuk melihat sentra patung ukir di kawasan itu.

Salah satu pelancong tersebut tergabung dalam Ladies Program, kumpulan istri para pejabat di kejaksaan dan pengadilan seluruh Indonesia yang berjumlah sekitar 160 orang baru-baru ini ''menyerbu'' sentra patung ukir itu.

Mereka langsung menuju Koperasi Tunas Patria, koperasi terbesar yang menjual aneka produk patung ukir, aksesoris, furnitur, dan perabot rumah tangga lain yang terbuat dari kayu.

Ny Bagir Manan, istri Jaksa Agung Bagir Manan yang memimpin rombongan tersebut sangat tertarik dengan produk-produk ukiran dari Jepara.

''Makanya bersama rekan-rekan kami datang langsung ke sentranya. Saya lihat produk-produknya memang luar biasa. Selain memiliki nilai artistik seni yang tinggi juga marketable,'' katanya, baru-baru ini.

Berbeda dengan Ny Bagir Manan, para pengunjung yang lain langsung menghampiri satu persatu produk-produk yang sudah go international itu. ''Yang ini harganya berapa, Pak?'' tanya salah seorang dari mereka yang langsung mengeluarkan uang untuk membelinya.

Kejadian menarik terjadi di show room milik Sholekan, tak jauh dari koperasi Tunas Patria. Sekitar lima belas pengunjung langsung tertarik barang yang sama. Mereka tertarik dengan tempat buah yang terbuat dari kayu. Tempat buah itu unik, kerena di desain dengan motif pegas. Kalau tidak ada isinya berbentuk datar seperti obat nyamuk bakar, tapi kalau sudah diisi buah, tempat itu mencekung.

Sholekan mengaku barang kerajinannya laku sebanyak 40 unit, satu unit masing-masing seharga Rp 40.000-Rp 70.000. ''Lumayan, kami pemasarannya memang menunggu. Tapi kalau ada begini terus, saya bisa cepat kaya,'' katanya.

Kepala Pengadilan Negeri Jepara H Sudiarto SH yang mengantarkan rombongan mengatakan, Ladies Program ini sebelumnya menginap di Semarang selama empat hari, kemudian mengunjungi ke sentra ukiran Jepara.

Kepala Dinas Desperindagkoppm Jepara Ir Herry Purwanto yang juga ikut mendampingi rombongan merasa senang jika industri tersebut ramai pengunjung. Karena dalam beberapa tahun terakhir minat pembeli cenderung menurun, puncaknya pada masa pra pemilu.

''Kunjungan seperti ini bisa mendongkrak pembeli domestik dan mancanegara,'' katanya.

Beberapa waktu lalu sentra yang sama juga dikunjungi para pengusaha muda dari Selangor Malasyia, bahkan istri Perdana Menteri Malasyia Ny Ahmad Badawi yang mengunjunginya. (mds-82)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA