logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 12 Oktober 2004 EKONOMI
Line

Bank Bukopin Ajukan Rencana Go Public

JAKARTA- Bank Bukopin Selasa (12/10) ini menggelar rapat umum luar biasa pemegang saham (RULB) yang agendanya meminta persetujuan prinsip dari pemegang saham untuk melakukan penawaran umum (IPO) pada tahun depan.

Jika rencana ini disetujui, mereka bakal menawarkan maksimal 30% dari jumlah saham saat ini.

''Dari penawaran umum ini kita berharap bisa meraup dana sedikitnya Rp 800 miliar yang akan kita gunakan untuk memperkuat permodalan dalam rangka pengembangan usaha ke depan,'' kata Dirut Bank Bukopin Sofyan Basir, Senin (11/10).

Dengan suntikan dana tersebut diharapkan Bank Bukopin dapat melakukan ekspansi besar tahun depan dengan tetap mempertahankan rasio kecukupan modal (CAR) mereka saat ini 16,6%.

Dalam usulan Direksi, yang akan bertindak selaku penasihat keuangan pada IPO tersebut adalah Price-Waterhouse Coopers (PwC), sedangkan konsultan hukumnya dari kantor konsultan Hadinoto. Sedangkan underwriter atau penjamin emisinya hingga kemarin belum ditetapkan.

Berdasarkan company profile Bank Bukopin, pemegang saham bank terbesar bank yang membawa bendera koperasi ini adalah Koperasi Pegawai Bulog, yakni 47,8%.

Berikutnya adalah pemerintah (21,17%), Yayasan Bina Sejahtera (Yanatera) Bulog (13,69%), Koperasi Perkayuan Apkindo (8,43%), dan sisanya gerakan koperasi seperti Inkud, dan induk koperasi dari tiga angkatan dan Polri.

Menurut Direktur Bank Bukopin Agus Hernawan, per September 2004 lalu bank ini memiliki aset sebesar Rp 15,6 triliun, sedangkan laba sebelum pajak tercatat Rp 257 miliar dari Rp 270 miliar yang ditargetkan selama tahun 2004.

Akses Nasabah

Dana yang dihimpun dari masyarakat dan kredit yang disalurkan masing-masing Rp 12,8 triliun dan Rp 12,6 triliun, sehingga loan to deposit ratio (LDR) bank ini tercatat Rp 98,8%.

''LDR yang besar ini menunjukkan kami sangat produktif. Bank lain LDR-nya hanya 25%-40%. Artinya fungsi intermediasi Bank Bukopin sudah dijalankan.''

Setelah sebelumnya membuka dua kantor unit syariah di Bandung dan Surabaya serta cabang konvensional di Tegal, Pare Pare, Probolinggo dan Mataram, kemarin bank ini meresmikan kantornya yang ke 256 di Jakarta Selatan. Agus menyebut, pembukaan kantor baru ini sebagai strategi meningkatkan delivery channel.

''Selain akses nasabah lebih mudah, langkah ini sekaligus untuk meng-create nasabah baru di sekitar lokasi,'' ujarnya.

Rencananya tahun depan Bank Bukopin akan menambah lagi 3 kantor unit syariah dan 5 kantor bank konvensional. Tetapi lokasinya masih dalam pengkajian.

Upaya lain untuk menjaring nasabah adalah dengan diperkenalkan produk baru, Ampun Bukopin yang menjanjikan hadiah Rp 2 miliar setiap bulannya. Dalam tiga minggu saja produk ini berhasil menjaring dana Rp 100 miliar. (A20-82)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA