logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 12 Oktober 2004 BUDAYA
Line

Festival Nasyid Gantikan AFI

JAKARTA-Menggantikan tayangan AFI, Indosiar bakal menayangkan Festival Nasyid Indonesia (FNI) mulai Jumat (15/10) pukul 21.00-22.30. Festival yang diikuti kelompok nasyid setelah melalui audisi di sepuluh kota itu dipastikan bakal mampu menyedot perhatian pemirsa sepanjang Ramadan tahun ini.

''Niatnya sih bukan menggantikan AFI tapi kebetulan saja memang momentumnya bersamaan dengan berakhirnya AFI 3. Tapi format FNI nantinya seperti AFI," tutur Doddy Jufri Priyanto, manajer program nondrama televisi swasta tersebut.

Setelah kafilah, sebutan untuk peserta, tampil di panggung, mereka akan mendapat kritik dan saran dari para komentator. Di akhir acara akan ada dua kafilah yang tereliminasi. Begitu seterusnya hingga tersisa empat grup yang akan bertemu di grand final pada 12 November mendatang.

Tayangan final FNI merupakan kerja sama panitia yang diketuai Drs Sapriyanto dengan Indosiar dan mendapat dukungan penuh dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Yayasan Al Hidayah pimpinan Taufik. FNI sendiri digagas Agus "Snada" Idwar yang sebelumnya sempat menggelar festival serupa untuk wilayah Jabotabek.

Audisi

Audisi sudah mulai dilakukan sejak Maret 2004 lalu dan berakhir 3 Oktober lalu di Semarang. Audisi dilakukan di Banten (25 grup), Jakarta (40), Bandung (60), Yogyakarta (15), Solo (20), Surabaya (30), Palembang (40), Medan (25), Makasar (15), dan Semarang (16).

Dari tiap kota terpilih satu grup yang akan mengikuti "pesantren" kilat mirip asrama akademia AFI. Mereka akan dikarantina di Rafless Hills dan Kota Wisata Cibubur.

Setiap harinya selama Ramadan, para peserta diharuskan mengikuti pelajaran yang diberikan, misalnya dzikir, manajemen qalbu, olah vokal, dan gerak. Setiap Jumat, para kafilah ini akan konser untuk memperlihatkan kebolehan mereka bernasyid.

Sebagaimana AFI, FNI pun mengandalkan voting melalui SMS/premium call untuk menentukan tim mana yang akan bertahan atau harus pulang. Selain konser setiap Jumat, Indosiar sudah mempersiapkan tayangan yang menyuguhkan kegiatan harian para kafilah selama di karantina, setiap Senin-Minggu pukul 04.00-05.00.

Adapun para pengajar antara lain Aa Gym, Ari Ginanjar, Arifin Ilham, Jefry Al Buchori akan memberikan Tausiyah kepada para kafilah. ''Untuk sementara para komentator belum bisa kami informasikan, karena masih menunggu kepastian, siapa saja yang akan bersedia menjadi komentator,'' tambah Doddy. (tn-81)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA