logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 12 Oktober 2004 BANYUMAS
Line

Bendahara Persibas Disidik Polisi

PURWOKERTO - Kapolres Banyumas Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Drs Erwin Triwanto didampingi Kepala Satuan Reserse Kriminal Ajun Komisaris Polisi (AKP) Arif Fajarudin menyatakan telah memanggil sejumlah saksi untuk mengusut dugaan penyimpangan dana Persibas. ''Namun kami baru memeriksa dua saksi,'' katanya.

Kedua saksi adalah Kartiman dan Tinggal Supri, Bendahara Persibas. Kartiman saat ini bekerja di Bagian Mutasi dan Pengembangan BKD, sedangkan Tinggal karyawan Bank Mandiri.

Kaur Bin Ops Iptu Zaenal Arifin mengemukakan polisi mengajukan 15 pertanyaan. Mereka menjawab semua pertanyaan dengan lancar. Mereka pun menjelaskan mekanisne penggunaan dana Persibas Rp 1 miliar.

Aiptu Supriyanto dan Brigadir Mulyo Handoko yang memeriksa kedua saksi mengajukan pertanyaan dasar seputar penggunaan dana. Saksi membawa data berupa bukti penggunaan uang itu.

Namun penyidik belum bersedia menerima bukti yang disodorkan kedua saksi. Alasan penyidik, bukti itu belum dibendel rapi. ''Kalau ada yang hilang kami kerepotan,'' kata Brigadir Mulyo.

Dia menuturkan kedua saksi memberikan keterangan soal semua biaya yang dikeluarkan Persibas. Dana itu antara lain untuk gaji pemain, kontrak pelatih, dan biaya perjalanan saat bertanding ke luar daerah.

Kartiman menyatakan tak ada penyimpangan dalam penggunaan dana Rp 1 miliar dari APBD 2003. Seluruh dana untuk kepentingan Persibas dan semua pengeluaran disertai tanda bukti.

Dana Persibas tahun 2003 dipermasalahkan oleh berbagai pihak, karena kemunculannya tidak melalui mekanisme di Pemerintah Kabupaten Banyumas. Dana bantuan olahraga semestinya diajukan cabang olahraga ke KONI dan dilanjutkan ke pemerintah.

Bantuan ke Persibas diajukan Ketua DPRD dr Tri Waluyo Basuki yang juga Ketua Persibas. Setelah mendapat suntikan dana, Persibas senior dan yunior sering mengikuti berbagai turnamen.

Persibas senior masuk peringkat III Jateng pada putaran Divisi 2A. Prestasi Persibas yunior pun cukup bagus. Dalam kejuaran Piala Suratin, kesebelasan itu menjadi juara Korwil Banyumas dan juara I Jateng. Persibas yunior pun masuk ke putaran nasional Piala Suratin. Dalam putaran nasional yang diikuti 72 grup, Persibas masuk ke 24 besar.

Persibas tahun 2003 mendapat dana dari APBD Banyumas Rp 1 miliar. Dana itu diberikan dua tahap. Setiap tahap Rp 500 juta. Anggaran yang besar itu diprotes sejumlah pihak. Karena itulah anggaran untuk Persibas tahun 2004 diturunkan menjadi Rp 750 juta. (in-86)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA