logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 12 Oktober 2004 BANYUMAS
Line

Ruko Gede Pasar Wage Dijaga Ketat

PURWOKERTO-Sehari menjelang pembukaan rumah toko (ruko) Gede Pasar Wage Purwokerto, hari ini, penjagaan kompleks itu diperketat. Pengelola menyiapkan aparat pengamanan khusus dari Paguyuban Putra Satria (PPS). Paguyuban itu rencananya mengelola parkir kompleks kawasan tersebut setelah ruko dibuka.

Sejak pagi hingga berita ini diturunkan, mereka masih berjaga-jaga. Padahal, kompleks Pasar Wage sudah sepi. Sejumlah personel dari PPS berbaju serbahitam menyatakan pengamanan itu untuk menjaga kelancaran pembukaan ruko. Sebab, para pemilik berencana pagi ini secara serentak menempati ruko yang mereka beli.

''Karena besok ruko ini dibuka, kami berjaga-jaga untuk mengantasipasi hal-hal yang tak diinginkan,'' ujar seorang personel dari PPS. Pengamanan ekstraketat itu berkait dengan penolakan atas kehadiran ruko yang dinilai mengancam kelangsungan usaha pedagang tradisional di Pasar Wage.

Dari sekitar 60 ruko di tiga blok, kemarin baru tiga ruko dibuka. Ketiganya adalah Toko Pusat Sandang, satu toko emas, dan satu toko kelontong. Pemilik toko lain menunggu situasi benar-benar aman.

Ketiga blok itu meliputi satu blok di utara jalan masuk utama ke Pasar Wage dan dua blok di selatan jalan. Sekeliling ruko itu masih dipagari kawat BRC. Di setiap pajok dan sudut lorong ruko dipasangi tanda larangan berjualan bagi PKL.

Rp 1,2 Miliar/Unit

Kepala Subdinas Bina Dagang Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi Karno M Noch menuturkan selama pembangunan ruko di lahan bekas Pasar Wage, pemerintah hanya bertanggung jawab atas pengurusan izin mendirikan bangunan (IMB) dan izin lingkungan (HO). Soal nilai jual dan pengelolaan bukan lagi urusan pemerintah. ''Sebab, lokasi itu milik investor PT Pumas Basata.''

Nilai jual setiap ruko antara Rp 750 juta dan Rp 1,2 miliar dengan hak guna bangunan (HGB) selama 30 tahun. Kompleks ruko itu menempati lahan 6.000 m2.

Di sekeliling ruko masih terdapat tanah milik pemerintah sekitar 2.500 m2. Tanah itu meliputi lahan parkir, jalan tengah (masuk ke pasar), dan jalan lingkar.

Tanah tempat ruko itu bekas Pasar Wage hasil tukar guling antara pemerintah dan PT Pumas. Tanah pengganti adalah lokasi Pasar Wage baru di timur lokasi beserta bangunannya.

Direktur PT Pumas, Made Widiana, kemarin belum bisa dihubungi sehingga tak bisa dimintai konfirmasi. Seorang karyawatinya menuturkan Made tak berada baik di kantor maupun di rumah. (G22,P16-86)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA