logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 11 Oktober 2004 SALA
Line

Warga Masih Kekurangan Air Bersih

BOYOLALI - Meski sudah menerima bantuan air bersih, beberapa warga di berbagai desa di Kecamatan Musuk dan Wonosegoro mengaku masih kesulitan mendapatkan air bersih. Bahkan, persediaan air bersih di bak penampungan mulai menipis. Untuk keperluan sehari-hari, sebagian besar warga mulai membelinya.

Menurut penuturan warga, bantuan air bersih sebanyak sembilan tangki untuk setiap desa masih belum mencukupi. Bantuan itu hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan selama setengah bulan. Setelah itu, warga mulai membeli air bersih lagi. ''Sekarang ini saya sudah membeli air bersih di daerah Jatinom, Klaten,'' kata Parmo, warga Desa Mriyan.

Kekurangan air pada awal bulan ini, tampaknya mencapai titik puncak. Kolam atau blumbang terlihat mengering. Akibatnya, para peternak kesulitam memandikan hewan piaran. Untuk memberi minuman sapinya, sebagian peternak terpaksa memberi minuman pengganti, yakni pelapah pisang yang mengandung air.

Peternak berharap, pemerintah kembali memberi bantuan air bersih agar hewan piaran mereka dapat terawat. Setiap hari, idealnya seekor sapi mendapatkan minuman 40 liter. Tapi sekarang hanya mendapatkan separuh; dan itu pun belum tentu setiap hari.

Ajukan Bantuan

Kasubag Pemberdayaan Perempuan dan Kesehatan pada Bagian Sosial, Drs Heru Sasongko dalam keterangannya mengatakan, bantuan setiap desa sembilan tangki sebenarnya sudah cukup banyak. Sebab, setiap tangki berkapasitas 5.000 liter.

Dengan demikian, setiap desa menerima bantuan 45.000 air bersih. Namun bila dinilai masih kurang, bisa mengajukan permohonan bantuan melalui camat.

Berdasarkan data dan pengalaman tahun sebelumnya, sedikitnya ada 33 desa yang dikategorikan rawan kekeringan. Ke-33 desa berada di lima kecamatan, yaitu Musuk, Wonosegoro, Kemusu, Juwangi, dan Karanggede.

Sekarang ini, pihaknya sedang memberi bantuan di berbagai desa di Kecamatan Juwangi. Pengambilan air bersih, dilakukan di Umbul Tlatar Desa Kebonbimo, Kecamatan Kota dan Umbul Senjoyo Kabupaten Semarang. ''Masalah stok air bersih, tidak ada masalah. Yang menjadi kendala adalah terbatasnya armada untuk mengangkut air bersih itu,'' kata dia. (shj-85a)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA