| Senin, 11 Oktober 2004 | SALA |
Anggaran Kinerja Mendapat Nilai PlusBUPATI Sukoharjo, Bambang Riyanto SH mendapat kehormatan menghadiri seminar internasional tahunan di San Diego, California, Amerika Serikat (AS). Undangan itu, berkait dengan keberhasilan Kabupaten Sukohajo menerapkan sistem anggaran kinerja yang mulai diberlakukan 2004. Berikut petikan wawancara dengan Bupati menjelang keberangkatannya. Apa yang menjadi dasar, sehingga Anda diundang mengikuti seminar ? Dalam beberapa kali pertemuan di Yogya beberapa waktu lalu, kami diajak bicara secara khusus oleh panitia berkait dengan pelaksanaan anggaran kinerja di Sukoharjo. Nampaknya, keberhasilan tersebut mendapat nilai plus, sehingga saya diundang ke San Diego oleh Pemerintah AS. Apa yang akan Anda paparkan di sana ? Saya belum tahu pasti, apakah hanya sekadar menjadi peserta, atau nanti juga diminta untuk mempresentasikan makalah. Namun sejak awal, sudah saya siapkan makalah yang berkait dengan anggaran kinerja. Selain Sukoharjo, apakah ada kepala daerah lain yang diundang ? Untuk kegiatan yang dilakukan 10-23 Oktober itu, ada lima kepala daerah dari Indonesia yang diundang. Selain Sukoharjo, adalah Wali Kota Bukit Tinggi, Bupati Takalar, Bupati Solok, dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan. Menurut informasi, Anda juga akan menyampaikan kiat-kiat mengubah nasib pegawai negeri sipil (PNS). Bisa dijelaskan upaya yang akan dilakukan ? Terus terang, kesejahteraan PNS di Indonesia perlu ditingkatkan lagi. Saya prihatin, melihat kondisi yang ada di Indonesia. Sebagai perbandingan, gaji PNS di Malaysia untuk masa kerja nol tahun sudah mencapai Rp 3 juta. Di Amerika, gaji seorang kepala dinas Rp 100 juta/ bulan. Sangat njomplang, bila dibandingkan dengan di Indonesia. Bahkan yang memprihatinkan, PNS yang tidak memiliki jabatan kesulitan membiayai kuliah anaknya. Apa itu berkait dengan program profesi yang Anda rintis ? Benar sekali. Setelah menerapkan anggaran kinerja, saya menggagas pola baru, yaitu program profesi. Sesuai dengan namanya, maka kami berusaha memberi imbalan lebih kepada karyawan yang berprestasi. Seorang karyawan yang rajin dan berprestasi bagus, akan mendapat imbalan lebih besar dibanding karyawan lainnya. Diharapkan, langkah itu bisa memacu semangat kerja segenap karyawan. (Joko Murdowo-85a) |