logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 11 Oktober 2004 SALA
Line

Pengelola Renang Dianiaya Oknum Polisi

SRAGEN - Imam Rochadi (33), pengelola kolam Renang Kartika di Jalan Veteran Sragen, Sabtu pukul 12.25 dianiaya oknum polisi hingga babak belur.

Korban dipukuli oleh dua orang, sedangkan dua orang lain hanya menonton dan tidak berupaya melerai. Sejumlah saksi yang melihat peristiwa itu, juga tidak berani melerai. ''Korban babak belur, karena dipukuli dengan helm dan tangan kosong,'' tutur saksi Supri (23), warga kampung Mojowetan, Kelurahan Sragen Kulon, kemarin.

Dua pelaku pemukulan, diduga oknum anggota polisi, yaitu Bripka Prabowo dan Bripda Santoso yang bertugas di Polsek Sidoharjo, Sragen. Kapolsek Sidoharjo, AKP Agus Irianto belum berhasil dikonfirmasi . Diperoleh keterangan, peristiwa pemukulan terjadi, diduga karena masalah kecemburuan Bripka Prabowo. Kabar yang beredar, istri polisi itu kerap bertandang ke kolam renang sekadar duduk-duduk, berenang, atau ngobrol dengan Imam Rochadi. Seringnya berkunjung ke kolam renang itu, tercium suaminya. Karena diliputi api cemburu, polisi itu Sabtu lalu menemui korban.

Ketika bertemu, pelaku yang membawa helm langsung memukulkan ke wajah korban beberapa kali. Disusul tindakan Bripda Santoso, yang ikut melakukan pemukulan dengan tangan kosong sebanyak enam kali.

Akibatnya, kepala dan wajah korban nampak benjol-benjol. Korban tidak melawan, karena melihat salah satu pelaku membawa pistol yang diselipkan di pinggang, yang bisa terlihat ketika bajunya tersingkap.

Karena dipukuli, Imam kemarin meminta visum et repertum dokter RS Mardi Lestari; dan mengadukan perkara itu ke Polres Sragen, yang diterima oleh Iptu Kabar, perwira Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polres. Perkara yang diadukan itu, sesuai dengan Pasal 351 KUHP, yaitu tentang penganiyaan.

Bripka Prabowo yang diduga sebagai pelakunya mengatakan, istrinya yang bekerja di Puskesmas Mondokan sering ditemui Iman Rochadi. Bahkan dia mengaku, banyak saksi yang mengetahui pertemuan antara istrinya dengan pengelola kolam renang tersebut. ''Pertemuan itu membuat saya panas,'' katanya.

Iman Rochadi mengatakan, dia tidak mengetahui duduk permasalahannya, namun tiba-tiba digebuki. ''Saya minta, perkara penganiayaan yang sewenang-wenang itu diusut tuntas,'' tutur dia.(nin-85a)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA