logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 11 Oktober 2004 SALA
Line

Sumarmo Pimpin Partai Golkar

WONOGIRI -- Dokter Y Sumarmo, akhirnya terpilih lagi sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Wonogiri periode 2004-2009 dalam musyawarah daerah (Musda) VII, Sabtu malam (9/10). Ia mendapatkan 17 suara dari 28 pemilih. Rivalnya, H Panut Boma Sunardjo mendapatkan tujuh suara. Dua pemilih abstain, dan dua kartu suara dinyatakan tidak sah.

Sebelumnya, dalam acara penjaringan bakal calon ketua, dr Y Sumarmo yang Wakil Bupati Wonogiri dan mantan Ketua DPD periode sebelumnya itu, hanya mendapatkan dukungan 16 suara. Kemudian H Panut Boma Sunardjo, mantan Wakil Ketua DPRD Wonogiri, memperoleh sembilan suara. Tapi dalam proses pemilihan calon ketua, hasil finalnya mengukuhkan dr Y Sumarmo menjadi ketua.

Ketua terpilih, ditetapkan menjadi ketua formatur yang bertugas menyusun kelengkapan kepengurusan DPD Partai Golkar periode lima tahun mendatang. Formatur memilih Edi Santosa SH sebagai sekretaris, bendahara Radjiman, dan H Panut Boma Sunardjo menjadi penasihat. Pengurus lengkap DPD, akan diumumkan bersamaan pelantikan yang hari dan tanggalnya akan ditentukan kemudian. Upacara pelantikan, rencananya akan disatukan dengan pelantikan para pengurus organisasi sayap Partai Golkar hasil Musda 2004.

Musda tersebut berlangsung panas; bahkan nyaris diwarnai aksi baku hantam antarkader muda Partai Golkar berinisal A (30) dan D (29). ''Begitu melihat keduanya akan saling memukul, langsung saya lerai,'' kata petugas dari Polres Wonogiri yang bertugas mengamankan jalannya Musda itu.

Berlangsung Alot

Insiden tersebut berlangsung di depan pintu Kantor DPD Partai Golkar, bersamaan dengan acara tanda tangan kehadiran para peserta Musda. Musda dibuka Ketua DPD Partai Golkar Jateng, yang diwakili Dra Sukesi Sarwo Santosa. Diikuti oleh para ketua dan sekretaris Pengurus Kecamatan (PK) Partai Golkar yang datang dari 25 wilayah kecamatan se kabupaten Wonogiri, ketua dan para pengurus DPD, serta peninjau dari tokoh organisasi sayap dan pendiri Golkar.

Dari mereka itu, yang memiliki hak memilih dan dipilih hanya 28 personel. Yakni para ketua PK dari 25 kecamatan se kabupaten, ditambah masing-masing seorang dari pengurus DPD Jateng, DPD, dan utusan dari orgnisasi sayap.

Jalannya Musda berlangsung alot, diwarnai banjir interupsi dan adu argumentasi. Adu debat pendapat, makin meruncing ketika memasuki acara pembahasan tata tertib (tatib) yang dikupas pasal per pasal sesuai dengan urutan yang dituliskan dalam draft tatib.

Ketika debat masalah tata cara mekanisme pemilihan figur calon meruncing, tampillah tokoh DPD Partai Golkar Jateng, Suyatno SW SH untuk menawarkan solusi lewat jalan tengah, yakni dengan menyepahamkan tentang perlunya memilih kandidat sebagai pemimpin politik.(P27-85a)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA