logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 11 Oktober 2004 SALA
Line

Gaji Guru SD Baturetno Dibayar dari Dana Talangan

  • Bendahara Buat Surat Pernyataan

WONOGIRI - Gaji para guru SD di Kecamatan Baturetno, Kabupaten Wonogiri, akhirnya dibayarkan dengan menggunakan dana talangan dari Pemkab Wonogiri.

Realisasi pembayarannya, dilakukan setelah dua petugas bendahara, yaitu Widiastuti dan Tri Mulyati, menandatangani surat pernyataan kesanggupan akan mengganti kehilangan uang gaji sebesar Rp 305 juta lebih.

''Pemkab baru mencairkan dana talangan itu, setelah bendaharanya menandatangani surat kesanggupan. Sebab, uang itu sepenuhnya menjadi tanggung jawab bendaharawan gaji,'' kata Sekda Wonogiri, Drs Mulyadi MM, Minggu (10/10).

Keputusan memberikan dana talangan itu, diberikan Bupati H Begug Poernomosidi SH setelah menerima desakan dari para guru.

Seperti diberitakan, gaji para guru SD se Kecamatan Baturetno hilang setelah diambil dari Bank BPD dan disimpan di lemari ruang Kantor Dinas Pendidikan Kecamatan Baturetno, bersamaan dengan petugas bendaharanya pulang. Kasus it menjadi perkara kriminal di Wonogiri, yang sampai sekarang masih dalam penanganan polisi secara intensif.

Kasus kehilangan gaji untuk 283 guru SD se Kecamatan Baturetno itu, mendapat perhatian Kapolwil Surakarta, Kombes Drs Abdul Madjid R SH MM.

Orang pertama di jajaran kepolisian Surakarta itu, Sabtu (9/10) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Wonogiri. Dia menyatakan sangat prihatin, dengan kemunculan kasus kecurian uang gaji para guru SD Baturetno

Selain itu, juga serentetan kasus pencurian dengan kekerasan (curas), seperti kasus perampokan uang dan perhiasan emas di rumah pengusaha angkutan Sutardi di Dusun Pendem, Desa Trukan, Kecamatan Pracimantoro, dan rumah karyawan Koperasi Simpan Pinjam Eko di lingkungan Brumbung, Kelurahan Kaliancar, Kecamatan Selogiri.

Dari beberapa kasus itu, polisi masih kesulitan mengungkap tersangkanya. Kapolwil menyatakan, jajarannya merasa malu karena kasus-kasu menonjol itu terjadi di Baturetno, Pracimantoro, dan Selogiri. Karena itu, tiga Kapolsek di daerah tersebut diminta melakukan pemaparan di hadapan Kapolwil.

Kapolwil diantar Kapolres Wonogiri, AKBP Drs Subandi SH, meninjau lokasi tempat kejadian perkara (TKP), sekaligus memberikan petunjuk mengenai langkah-langkah penanganan selanjutnya.

Kapolwil menyerukan agar jajarannya meningkatkan kewaspadaan, dan menggiatkan patroli serta meningkatkan peran petugas Bintara Pembina Keamanan Ketertiban Masyarakat (Babinkamtibmas) di lapangan.

Kapolwil minta, patroli dan operasi keamanan jangan dilakukan setelah ada kejadian. ''Itu keliru, justru sebelum ada kejadian kita harus melakukan antisipasi. Babinkamtibmas itu diberi tunjangan, kalau jumlah personelnya kurang, lapor dan minta tambahan lagi. Ini zamannya era reformasi,'' tegas Kapolwil mengingatkan.(P27-85a)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA