logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 11 Oktober 2004 SALA
Line

Wilujengan Revitalisasi Keraton

KERATON SURAKARTA - Sinuhun Paku Buwono XIII kemarin menggelar upacara wilujengan menandai dimulainya tahap lanjutan revitalisasi keraton, mulai dari Gladag sampai Alun-alun Kidul. Dawuh untuk upacara itu disampaikan GK Ratu Galuh Kencana, sedangkan pekerjaan fisik yang sejak Senin dilakukan di Bangsal Sewayana Sitinggil Lor, diberikan kepada KP Edy Wirabhumi selaku koordinator teknis revitalisasi.

"Dawuh dalem donga wilujengan sesambungane revitalisasi keraton, nuli katindakna," begitu sepenggal permintaan GK Ratu Galuh Kencana ketika menyampaikan dawuh dalem Sinuhun kepada pimpinan abdi dalem ulama, RT Pudjodipuro untuk memimpin doa.

"Nuwun inggih sendika," begitu jawab singkat Pak Menggung (Raden Tumenggung-Red) Pudjodipuro, yang segera menyambung dengan ungkapan mengajak semua yang duduk lesehan di Pendapa Magangan itu untuk memulai doa dengan kata-kata "amin".

Wilujengan berlangsung pagi sebelum upacara jamasan Kyai Pamor. Selain para pekerja proyek, para sentana dan abdi dalem juga kelihatan. Apalagi, di tempat itu tampak KP Edy Wirabhumi dan istrinya GRAy Koes Moertiyah, GPH Puger, BKPH Prabuwinoto, serta KP Satryo Hadinagoro yang mendampingi istrinya, GK Galuh Ratu Kencana yang bertugas menyampaikan dawuh dalem untuk menggelar wilujengan.

Bisa Dimulai

Seusai acara doa, KP Edy menjelaskan, serangkaian pekerjaan revitalisasi di beberapa tempat terpisah di kompleks keraton bisa dimulai secara berurutan mulai awal Oktober. Sebab dana sudah turun, yaitu dari Depkimpraswil Pusat dua paket senilai Rp 1,7 miliar, bantuan Instruksi Gubernur (Ingub) Jateng dua paket senilai Rp 1,5 miliar, dan bantuan Pemerintah AS untuk renovasi Bangsal Marcukunda Rp 700 juta.

"Jadi, bagian-bagian yang disebutkan Gusti Galuh (GK Ratu Galuh Kencana-Red) tadi, mulai dari Gladag sampai Alun-alun Kidul, memang belum semuanya mendapatkan kucuran dana bersamaan. Baru sebagian. Mudah-mudahan sisanya akan menyusul," harap pimpinan Lembaga Hukum Keraton Surakarta (LHKS) itu mengurai detail-detail revitalisasi dan penganggarannya.

Untuk yang sudah cair, ujar suami GRAy Koes Moertiyah ini, memang sudah diarahkan untuk menindaklanjuti revitalisasi Alun-alun Kidul, berkait dengan rencana mengintensifkan fungsinya sebagai areal parkir kendaraan angkutan wisata di keraton.

Namun, pekerjaan lanjutan itu hanya untuk menuntaskan kebutuhan vital areal parkir itu, ditambah pembangunan kandang 9 ekor kerbau kelangenan dalem Kyai Slamet, sebagai konsekuensi mulai direnovasinya kompleks Sitinggil Kidul.

Sepaket sisanya dari Depkimpraswil senilai Rp 1,7 miliar, lanjut dia, akan dimanfaatkan untuk menuntaskan renovasi Pendapa Magangan agar bisa difungsikan sebagai tempat magang abdi dalem dan proses belajar mengajar dan wisuda siswa Sanggar Pasinaon Pambiwara. Namun, sebagian yang lain juga akan dialokasikan untuk membiayai relokasi pedagang kaki lima (PKL) di Gladag dan seputar Alun-alun Lor.

"Untuk relokasi PKL kami perkirakan setelah lebaran. Agar para PKL bisa memperoleh kesempatan mendapatkan rezeki menjelang hari raya. Setelah itu, Pemkot bersama sejumlah institusi terkait bisa mengawasi ketertiban di sana (Alun-alun Lor-Red)," harap dia. (won-80i)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA