logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 11 Oktober 2004 RAGAM
Line

Etika Sosial Alquran (1)

Pengertian Wahyu

ALQURAN merupakan salah satu keistimewaan dan mukjizat Nabi Muhammad SAW yang paling utama. Rasulullah SAW mengatakan, sebagaimana diriwayatkan Abu Hurairah: ''Setiap Rasul selalu dikarunai kemukjizatan, sehingga karenanya umatnya akan mempercayainya. Tetapi mukjizat yang diturunkan Allah padaku adalah wahyu ilahi yang akan menjadikan jumlah di hari kiamat''.

Umat Islam meyakini Alquran itu wahyu dari Allah dan bukan rekayasa Nabi serta para juru tulisnya, karena Nabi Muhammad SAW sendiri tidak bisa membaca dan menulis. Alquran itu benar-benar wahyu (Allah) yang diturunkan dari Tuhan semesta alam. ''Seandainya dia (Muhammad) mengada-adakan perkataan atas nama Kami, Kami pasti akan menindaknya dengan kekerasan.''(QS.69:38-42;10:37-38; 11:13-14;2:23-24;17:88)

Pengertian Wahyu

Wahyu berasal dari kata wahy, dari kata kerja bahasa Arab, waha, yang berarti meletakkan dalam pikiran, kadang-kadang dipahami sebagai ''inspirasi''. Alquran menggunakan istilah ini tidak hanya untuk inspirasi ilahiyah yang diberikan kepada manusia, tetapi juga untuk komunikasi spiritual di antara makhluk-makhluk yang lain.

Namun, wahyu merujuk secara spesifik kepada wahy, yakni inspirasi ilahiyah yang diberikan kepada manusia terpilih, yang dikenal sebagai nabi-nabi, dengan maksud sebagai petunjuk.

Kaum muslim percaya Alquran adalah himpunan wahyu tertinggi dari setiap kata demi kata. Dalam Alquran dinyatakan : ''Alquran adalah wahyu, diturunkan oleh Kami. Kami turunkan dalam bahasa Arab pada orang Arab, jelas dan tepat. Bila Kami membacanya, Engkau (Muhammad) harus mengikutinya, jangan berupaya membawa wahyu kepada dirimu sendiri. Seandainya Nabi menisbahkan kepada Kami apa yang tidak Kami wahyukan, maka kami akan merenggutnya dengan kekuatan dan memotong urat nadi jantungnya.''(QA.4:104;26:195;12:2;20:113;3:7;69:45-46).

Karena itu, kaum muslim menerima wahyu dengan sepenuh hati. Mereka memandang Alquran suci dari Allah, baik kandungan maknanya maupun bahasa dan bentuknya. Bukti bahwa Alquran adalah firman Allah SWT berada pada Alquran sendiri, yakni antara lain tertandingi sehingga merupakan mukjizat. Makanya, Alquran bukan karya manusia, melainkan karya Tuhan. Watak Alquran yang demikian ini disebut I'jaz.

Berangkat dari pemikiran itulah, banyak cendekiawan muslim menyesalkan gagasan Nasr Hamid Zaid yang menyatakan Alquran adalah ''produk budaya'' (muntaj tsaqafy). Dengan menganggap Alquran semata-mata adalah produk budaya, karya sastra biasa, atau sekadar teks linguistik seperti teks-teks lainnya, maka itu berarti telah memisahkan Alquran dari ''Pengarangnya'', yaitu Allah SWT.

Padahal, sebagai kalam Allah, Alquran adalah tanzil. Redaksinya pun berasal dari Allah SWT. Dia memang bahasa Arab, tetapi bukan bahasa Arab biasa. Dia adalah wahyu. Karena wahyu, maka manusia yang paling memahami maknanya adalah Rasul-Nya dan orang-orang yang sezaman dengannya (para sahabat).

Pengertian Alquran

Kata Alquran berasal dari kata kerja qara'a yang berarti membaca. Bentuk masdar-nya adalah Alquran yang berarti bacaan. Alquran mempunyai beberapa nama, yaitu Alkitab atau Kitab Allah (QS.6:114), Al-Furgan yang berarti pembedaan antara yang benar dan yang batil (QS.25:1), Az-Zikr yang berarti peringatan (QS.15:9), dan At-Tanzil yang berarti diturunkan (QS.26:192).

Selain itu, nama Alquran adalah Al-Huda (petunjuk), Ar-Rahman (kasih), Al-Majid (mulia), An-Nazir (pemberi peringatan). Imam As-Suyuti dalam bukunya Al-Itqan fi'Ulum Alquran (tentang ilmu-ilmu Alquran) juga menyebut beberapa nama, yakni Al-Mubin (penjelas), Al-Karim (yang mulia), Al-Kalam (firman Tuhan), dan An-Nur (cahaya).

Istilah Quran paling umum diterjemahkan sebagai ''bacaan'' atau ''tilawah'' (bacaan yang dilantunkan). Kata Quran membawa konotasi ''bacaan sinambung'' atau ''bacaan abadi'', yang dibaca dan didengar berulang-ulang. Dalam pengertian ini, kata tersebut dipahami sebagai suatu batu uji spiritual dan contoh sempurna bagi kesusastraan.

Sebagai suatu judul, Alquran merujuk pada wahyu (tanzil) yang ''diturunkan'' (unzila) oleh Tuhan kepada Nabi Muhammad SAW selama hampir 23 tahun. Dalam konotasi yang lebih universal, ia adalah ekspresi diri paradigma komunikasi ilahiah (QS.Ar-Ra'd/13:39). Bagi seluruh muslim, Alquran merupakan kitab suci yang paling sempurna.(Dr. H. Awaludin Pimay, Lc., M.Ag-35)

Rubrik Qolbun Salim

MULAI Senin ini halaman Ragam menambah satu rubrik keimanan lain, yakni Qolbun Salim. Kehadirannya bergantian dengan rubrik Tasawuf Interaktif.-Redaksi-


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA