logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 11 Oktober 2004 OLAHRAGA
Line

Herry Agung /Mboi Juara Nasional 2004

MAKASSAR - Pereli asal Semarang Herry Agung yang berpasangan dengan navigator Hade Mboi tampil sebagai juara umum Gudang Garam International Rally Indonesia sekaligus juara nasional 2004 yang berlangsung di Makassar, Sulawesi Selatan, 8-10 Oktober.

Herry yang turun dengan Evo VI berhasil menyelesaikan Leg II dengan 13 Special Stage (SS) sepanjang 243,91 km, dan finish di Pantai Losari, kemarin, dengan membukukan waktu 4 jam 4 menit 44 detik.

Dengan hasil juara ini, poin Herry Agung pun sama dengan Rifat, yakni 56 poin. Namun karena berdasarkan peraturan kejuaraan nasional: siapa yang juara paling duluan atau awal mempunyai poin tertinggi, maka dialah yang berhak menjadi juara ñ Herry juara seri I di Lampung, dengan 20 poin ñ Herrylah yang berhak menyandang predikat juara nasional 2004.

"Inilah reli di mana gelar juara harus ditentukan sampai SS terakhir. Saya beruntung Rifat mengalami kendala, sehingga kembali menjadi juara nasional. Apapun saya tetap bersyukur berhasil mempertahankan gelar juara nasional,''. Kata Herry Agung.

Menurutnya, kunci juara kali ini adalah penampilannya yang konsisten. Ia mengakui tidak berpikir untuk menjadi juara di setiap SS. Ia hanya berusaha tetap masuk tiga besar untuk memelihara peluang juaranya.

Rifat Naas

Sementara rivalnya Rifat Sungkar/Karel Harilatu yang memimpin Leg I, dan hanya membutuhkan satu poin untuk menjadi juara nasional 2004, harus mengalami nasib naas. Mesin Proton Pert yang dikendarainya pecah akaibat kemasukan batu kerikil menjelang finish SS-13 di kawasan Bili-Bili B-II sepanjang 13,18 km.

"Saya sedang tidak beruntung kali ini. Saya tidak mau menyalahkan mekanik atau siapa pun. Ini juga menjadi pelajaran bagi saya untuk masa-masa mendatang,'' paparnya.

Untuk posisi kedua ditempati pasangan Chandra Alim/Lanang Damarjati (Fuchs Chalim Team), yang turun dengan Evo VI. Pasangan gaek ini menyelesaikan pertarungan dengan total waktu 4 jam 8 menit 53 detik, atau unggul 24 menit dari pasangan Marzuki Deski/Robby Prasetyo yang tampil dengan Mitsubihsi Mivec, dan menempati posisi ketiga.

''Saya memang selalu tidak beruntung di Makassar. Tahun lalu gelar juara sudah digenggaman lepas karena mobil saya terbalik. Sekarang gantian karena pecah ban,'' ujar pembalap gaek yang tidak terlihat lelah setelah menghabiskan 13 SS. Gagalnya Rifat Sungkar ternyata tidak begitu membuat kubu Pertamina Prima XP Rally Team larut dalam kesedihan.

Pasalnya sang adik, Rizal Sungkar yang berpasangan dengan M Herkusuma, tampil garang di group GR2. Selain tampil sebagai juara pertama GR2 dan umum ketiga dengan total waktu 4 jam 34 menit 45 detik, Rizal juga sukses menjadi juara nasional GR2 tahun 2004.Tahun kemarin, di kota yang sama, Rizal juga berhasil meraih gelar yang sama. Kemenangan Rizal ini sekaligus mengantar Tim Pertamina Prima XP sebagai juara umum untuk kategori tim. (wgm-57)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA