| Senin, 11 Oktober 2004 | OLAHRAGA |
Tim Voli Indonesia Rebut Piala BorobudurJAKARTA - Indonesia akhirnya memastikan sebagai yang terbaik pada Kejuaraan Bola Voli Dunia U-185. Sukses Joko Mardiyanto dan kawan-kawan merebut Piala Borobudur dihasilkan setelah mereka semalam mengalahkan Jepang 3-1 (25-23, 23-25, 25-22 dan 25-23). Kedua tim semalam di Stadion Tenis Indoor Senayan memainkan partai terakhirnya. ''Kekalahan dari Myanmar makin memacu kami. Lawan Jepang hanya punya satu pilihan yakni main nekat agar bisa menang. Sebaliknya jika main takut salah, bisa dipastikan kalah. Pemain harus menghilangkan beban mental. Lupakan kekalahan dari Myanmar,'' ujar Asisten Pelatih Yunyun Yundiana usai pertandingan. Menurut dia, kemenangan atas Jepang adalah karena adanya strategi khusus. Strategi tersebut adalah mempekokoh pertahanan belakang. Jepang merupakan tim dengan teknik tinggi dan kombinasi serangan yang variatif. ''Makanya kami lebih suka melakukan serangan balik. Kami juga merotasi Erwin Rusni ke Rastoni. Tujuannya adalah mengacaukan pertahanan Jepang. Resep ini berhasil. Saya juga salut dengan Aris. Dia mampu menjadi bintang lapangan,'' kata Yunyun. Dia menandaskan, Joko Mardiyanto yang ditempatkan sebagai pemain quicker ternyata juga mampu menjalankan tugasnya dengan baik. Atlet asal Wonogiri tersebut seringkali membuat susah pertahanan Jepang lewat bola cepatnya. ''Kami sangat puas dengan kemenangan ini. Anak-anak sudah lepas dari beban mental setelah melalui set kedua. Kami menikmati kemenangan ini. Semoga formasi ini bisa dipertahankan untuk tim U-185 centimeter,'' papar Yunyun. Kubu Indonesia juga pantas berbangga. Robby Meliala ditetapkan sebagai pengumpul nilai terbanyak dan menjadi pemain terbaik. Taiwan Menang Taiwan yang kemarin sore mengalahkan Rusia 3-0 (25-18,25-22 dan 25-21) berhak sebagai runner up. Myanmar berada di posisi ketiga. Sedangkan Jepang berada di urutan keempat. Rusia sebagai juru kunci klasemen.. Indonesia dan Taiwan sebenarnya memiliki poin kemenangan yang sama. Dari empat kali pertandingan, baik Indonesia maupun Taiwan sama-sama memiliki poin tujuh, dengan rasio per setnya 1,5. Namun rasio pengumpulan angka tim Indonesia lebih unggul, yakni 1,075. Taiwan rasionya 1,018. Kemenangan tim Indonesia disambut gembira lebih dari 500 penonton yang memenuhi Stadion Tenis Indoor Senayan, Jakarta. Pasalnya, tim Indonesia semula diperkirakan bakal gagal mengharumkan nama Indonesia di ajang ini. Rasa pesimistis ini setelah sehari sebelumnya Joko Mardiyanto dan kawan-kawan di kalahkan Myanmar 3-0. Kejuaraan Piala Borobudur 2004 semalam ditutup secara resmi oleh Presiden Bola Voli Asia Wei Jizhong dari Cina. ''Terima kasih untuk Indonesia. Ini adalah pelaksanaan yang bagus. Sukses untuk Indonesia,'' ujarnya. (D3-57) |