logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 11 Oktober 2004 OLAHRAGA
Line

Sumaryoto Kembali Pimpin Pengda PSSI Jateng

SEMARANG - Drs H Sumaryoto kembali memimpin Pengda PSSI Jateng periode 2004-2008, setelah peserta Musyawarah Daerah (Musda) di Hotel Muria Jl dr Cipto Semarang kemarin, memilihnya secara aklamasi.

Tokoh sepak bola asal Wonogiri itu memang merupakan calon tunggal. Sebab dua nama lain yakni Simon Legiman dan Yoyok Mardijo yang kemarin menghiasi pemberitaan surat kabar dengan pernyataan sebagai calon tidak datang ke Musda. Mereka pun otomatis gugur dalam pencalonan karena secara fisik tidak terlibat dalam Musda.

Namun sebelum rapat pleno yang dipimpin utusan Persibi Boyolali Mulyanto menetapkan sebagai ketua, proses pencalonannya dalam sidang Komisi B berjalan alot. Sebelum rapat pleno, peserta memang dibagi menjadi dua komisi yakni Komisi A (membidangi kompetisi serta pembinaan) dan Komisi B (organisasi).

Sidang Komisi B dipimpin utusan Persik Kendal Sutono Gimsoe, langsung menyatakan Simon dan Yoyok gugur dalam pencalonan. Domisili Sumaryoto yang lebih banyak di Jakarta pun kembali dipermasalahkan oleh peserta yakni dengan menyebut kriteria ketua salah satunya adalah domisili di Ibu Kota Provinsi (Semarang).

Beberapa kriteria lain juga muncul yang membuat Sumaryoto tidak lancar untuk ditetapkan sebagai calon. Hal itu pun menjadikan peserta lain memunculkan nama Wali Kota Semarang Sukawi Sutarip dan lainnya mengangkat tokoh sepak bola Kudus HM As'ad.

Nama Sukawi rupanya langsung menjadi primadona dalam persidangan penentuan calon yang berhak diajukan ke sidang pleno. Sebenarnya soal calon itu bisa ketiganya maju bersama-sama untuk kemudian dipilih salah satu menjadi ketua baik lewat mufakat maupun voting.

Dalam situasi seperti itu, Sekum PSIS Prijo Anggoro BR SH mengemukakan pendapat kepada peserta sidang komisi. ''Pak Wali Kota Sukawi itu bersedia menjadi ketua Pengda dengan catatan bisa terpilih sacara aklamasi alias tanpa voting. Namun karena di sini masih ada calon lain yaitu Pak Sumaryoto, maka kami meminta kepada peserta yang masih menghendaki Sumaryoto tunjuk jari,'' pintanya.

Dari 32 peserta sidang, hanya enam orang yang masih mendukung Sumaryoto. ''Ini artinya dukungan kepada Pak Kawi tidak bulat, sehingga tidak bisa terpilih secara aklamasi. Jadi secara otomatis Pak Wali mundur dari pencalonan,'' tandas Prijo, yang baru saja menduduki posisi kepada Disperindag Kota Semarang itu.

Sedang As'ad langsung menyatakan tidak bersedia dicalonkan jika harus bersaing dengan Sumaryoto. ''Saya bersedia jika Pak Maryoto tidak dicalonkan,'' katanya.

Dengan gugurnya dua calon itu, maka hanya ada satu nama Sumaryoto yang diajukan ke sidang pleno. ''Hasil sidang Komisi B di antaranya adalah menetapkan satu nama Drs H Sumaryoto untuk calon ketua Pengda PSSI Jateng 2004-2008,'' kata Ketua Komisi B Sutono Gimsoe dalam laporan di hadapan sidang pleno yang kemudian menyerahkan hasil resume kepada pimpinan sidang pleno Mulyanto.

''Karena di sini hanya ada satu calon, kami minta persetujuan kepada peserta sidang yang terhormat, apakah Pak Sumaryoto bisa ditetapkan sebagai ketua Pengda?'' tanya Mulyanto.

Para peserta rapat dari 35 Perserikatan dan satu klub Apacinti itu mengumandangkan kata: ''Setuju!'' (A4-57)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA