logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 11 Oktober 2004 NASIONAL
Line

Pada HUT Ke-36 Hari Ini

Dipenda Buka Pelayanan lewat SMS


Kusdijanto Bambang Wihardjo - SM/dok

DINAS Pendapatan Daerah (Dipenda) Jateng hari ini akan merayakan ulang tahun ke-36. Tema utama HUT kali ini adalah meningkatkan pelayanan publik. Untuk mendukung tema itu, pihak Dipenda menggelar lomba pemilihan kantor bersama satu atap (Samsat).

Menurut Ketua Dipenda Jateng Drs Kusdijanto Bambang Wihardjo MM, kriteria penilaian lomba samsat di antaranya pelayanan, kedisiplinan, kebersihan, kecepatan, dan prosedur. Kegiatan ini ternyata memberi dampak positif bagi Dipenda, polisi, dan jasa raharja. Mereka sangat antusias dalam menyambut upaya meningkatkan pelayanan publik.

''Bukti dari semua itu adalah keterpilihan Samsat Prambanan sebagai model percontohan. Selain itu, kami mendapat Piala Citra Pelayanan Prima dari Presiden Megawati Soekarnoputri pada September lalu,'' kata Kusdijanto Bambang W.

Dia menuturkan, Samsat Prambanan memang pantas dijadikan model percontohan karena dilengkapi fasilitas bagus. Sebut saja ruang ber-AC, sistem antrean dengan menggunakan nomor, dan komputerisasi yang didukung data lengkap.

''Pendek kata, kami ingin pelayanan cepat dan memuaskan, serta menghargai wajib pajak. Berkat fasilitas lengkap itu, wajib pajak lebih senang mengurus sendiri tanpa melewati calo,'' paparnya.

Dampak positif lain dari adanya lomba ini, 37 unit samsat dan pembantu di Jateng berusaha memberikan pelayanan terbaik. Tak heran kalau masyarakat terdorong untuk mengurus sendiri keperluannya.

''Pada tahun 2005, kami akan menyiapkan tambahan perangkat keras dan lunak. Kami juga siap melakukan akses ke semua bank. Kalau hal ini berjalan, wajib pajak akan mendapat berbagai kemudahan,'' tambahnya.

Terobosan Menarik

Banyak terobosan menarik dilakukan Dipenda Jateng. Salah satu di antaranya, sejak Juli 2004 bea balik nama (BBN) untuk kendaraan bermotor bekas pakai dihapus. Padahal, Juni lalu target pendapatan asli daerah (PAD) dinaikkan.

''Kenaikannya lumayan. Dari sektor pajak dinaikkan menjadi Rp 1,3 triliun, sedangkan dari retribusi menjadi Rp 152,896 miliar. Kemudian dari pendapatan lain-lain menjadi Rp 111,2 miliar. Totalnya adalah Rp 1,584 triliun,'' ujar Kusdijanto Bambang.

Kenikan ini cukup signifikan, karena APBD Jateng juga naik dari Rp 2,5 triliun menjadi Rp 2,7 triliun. Dengan demikian, target PAD itu memberikan kontribusi 60% dari total APBD.

Dia menambahkan, penghapusan BBN kendaraan bermotor yang dimutasikan dari berbagai provinsi lain lewat Keputusan Gubernur No 34 Tahun 2004 pada Juni lalu, berdampak positif dalam hal peningkatan PAD.

''Kita memang rugi karena kehilangan BBN, tetapi untung lantaran bisa mendapatkan pajak tak hanya dalam satu kurun waktu. Program ini akan berjalan hingga Desember 2004.''

Pihaknya optimistis akan mampu mencapai target pendapatan. Sebab, hal itu didukung dengan pemunculan mobil dan motor baru. Dia berkeyakinan krisis ekonomi akan segera berakhir. Salah satu indikasinya, banyaknya peminat mobil baru di Jateng. Untuk memperoleh produk baru itu, mereka bahkan rela harus inden hingga lima bulan.

''Kami juga menemukan beberapa orang yang mampu membeli mobil dengan harga di atas Rp 1 miliar. Ternyata bukan hanya di Jakarta saja orang mampu membeli mobil mewah dengan harga di atas Rp 1 miliar.''

Program Simpatik

Untuk mendukung kontribusi sekitar 70% dari PAD, pihaknya melancarkan program simpatik yang tak membebani masyarakat. Program-program itu adalah Pemprov Jateng dalam waktu dekat akan memberi layanan samsat yang memadai. Saat ini yang sudah ada yakni Samsat Prambanan dan Semarang.

Lalu, memberikan layanan short message service (SMS) di samsat sehingga penduduk bisa menanyakan masalah kendaraan dan pajaknya. Dalam hal ini mereka bekerja sama dengan Telkomsel. Wajib pajak tinggal menuliskan Jateng dan nomor polisi lalu mengirimkannya ke nomor 7070. Program SMS ini mulai bisa diakses pada 11 Oktober 2004.

Yang ketiga, menyediakan sistem online untuk masalah pajak kendaraan. Penduduk di Prambanan nantinya bisa melihat data kendaraan dari kota lain. Atau orang di Semarang bisa melihat data kendaraan bermotor se-Jateng.

Kecuali SMS yang sudah diuji coba, program lain masih merupakan wacana. Berbagai terobosan ini diharapkan mampu memberi kontribusi bagi peningkatan PAD di masa mendatang.

''Suatu saat nanti, para pembayar pajak akan memperoleh kemudahan penuh. Masyarakat juga tak tertipu pada saat membeli kendaraan, karena mereka bisa mencek apakah kendaraan itu terdaftar di samsat atau tidak.''

Untuk memeriahkan HUT kali ini, kemarin diadakan gerak jalan yang diikuti ratusan karyawan setempat, dan peresmian layanan informasi pajak kendaraan melalui SMS. Gubernur Jateng H Mardiyanto dalam kesempatan itu menyampaikan apresiasi atas upaya strategis Dipenda dalam peningkatan pelayanan.(Ragil Wiratno-33)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA