| Senin, 11 Oktober 2004 | NASIONAL |
Pesta Rakyat untuk Pemilu yang Damai
TAK salah jika dikatakan Pemilu 2004 ini adalah milik rakyat. Tak hanya berarti rakyat bisa memilih langsung legislatif atau pimpinan negaranya, namun rakyat pun berhak untuk berpesta merayakan keberhasilan ikut mengantarkan pemilu dengan sukses dan damai. Gambaran itu barangkali tampak ketika digelar Hajatan Budaya Rakyat untuk Pemilu Damai di halaman Gedung Berlian (Kantor DPRD Jateng), Sabtu (9/10) malam. Kegiatan tersebut digelar oleh Perdikan, UNDP, Common Ground Indonesia, dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jateng. Hadir dalam kesempatan itu, antara lain, Sekda Mardjijono serta anggota KPU Jateng Hasyim Asy'ari dan Ida Budhiati. Sayangnya, meski panitia telah menyebar banyak undangan untuk anggota DPRD Jateng, ternyata hanya Wakil Ketua DPRD Jateng H Abdul Kadir Karding yang datang. ''Padahal, ini ibarat kami membuat sebuah pesta untuk mereka. Tapi wakil rakyatnya malahan tidak datang,'' celetuk salah seorang aktivis LSM di sela-sela acara. Ya, praktis yang hadir pada acara malam itu lebih banyak rakyat. Cara mereka merayakannya pun cukup unik. Meski ada bangku yang sudah disediakan, mereka tak berebut untuk duduk. Bahkan, bangku-bangku itu dibiarkan kosong dan lebih memilih bergerombol di sudut mana yang mereka suka. Suasana menjadi makin merakyat ketika sejumlah penjual minuman dan makanan ada di halaman gedung wakil rakyat tersebut. Mulai dari penjual nasi kucing, es rumput laut, dan sebagainya. Ya, mereka memang sengaja ''dikontrak'' penyelenggara untuk menjamu rakyat yang hadir dalam hajatan tersebut. Hajatan dibuka dengan atraksi barongsai dan liong samsi dari perkumpulan Garuda Sakti Semarang. Selain itu, juga dimeriahkan oleh Ikamaba Voice dan guyon mathon dari Kelompok Seniman Muda Surakarta. Adapun yang memegang ''kendali'' acara tersebut dari awal hingga akhir adalah wayang dongeng dari Sanggar Paramesthi dengan dalang Trontong Sadewa. Direktur Eksekutif Perdikan Paramesthi Iswari mengatakan, acara tersebut memiliki tujuan menyampaikan apresiasi rakyat yang telah menjalankan sikap politiknya dalam pemilu yang berlangsung damai. Selain itu, juga menekankan pada potensi politik rakyat. Dalam hal ini, ketika pemilu telah selesai, tidak cukup hanya menyampaikan dengan ucapan terima kasih. ''Dan apa pun hasil pemilu, harus diterima sebagai hasil yang telah diraih bersama,'' tambahnya. (Setiawan HK-58t) | ||||