logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 11 Oktober 2004 NASIONAL
Line

Kader PP Harus Berani Tampil

UNGARAN- Peran Pemuda Pancasila (PP) dalam konstelasi perpolitikan Indonesia memang tak bisa dipungkiri. Untuk itulah pada masa mendatang para kader PP diharapkan berani untuk tampil mencalonkan diri sebagai pimpinan daerah. Hal itu diungkapkan Ketua Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) PP Jateng Periode 2002-2007 H Budi Supriyanto SH MH di sela-sela Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Pemuda Pancasila Jateng di Hotel Kencana Bandungan Semarang Sabtu (9/10). ''Anggota kami sangat majemuk, sehingga setelah dipilah-pilah tidak pada tempatnya bila bicara dalam organisasi kepemudaan lagi,'' kata dia. Menurutnya, hal tersebut merupakan salah satu agenda pembahasan yang penting dalam Raker itu. ''Kader PP yang telah berpengalaman harus berani tampil mencalonkan diri menjadi pimpinan daerah,'' kata dia.

Pada kesempatan itu dia juga bersyukur atas pelaksanaan Pilpres tahap II yang berjalan dengan baik. Menurut hematnya dalam Pilpres II tersebut sedikit banyak PP turut andil sebagai dinamisator dan fasilitator, yakni dengan banyaknya kader PP yang tergabung dalam partai politik. ''Anggota PP sangat heterogen, tidak masalah mereka dari partai apa yang jelas harus mampu mengejawantahkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,'' ungkap dia. Kembali pada nilai dasar PP atau back to basic menurut Budi merupakan sasaran yang ingin diraih dalam raker yang berlangsung 2 hari (9-10 Oktober-red) tersebut.

Gubernur

Gubernur Jateng Mardiyanto berkesempatan hadir untuk membuka acara tersebut. Dalam sambutannya Gubernur mengatakan agar dalam menyusun program kerja, PP lebih menekankan pada arah terwujudnya butir-butir dalam Pancasila. ''Sebenarnya Pancasila mudah dipahami namun untuk mengamalkannya sangat susah,'' kata dia.

Sebanyak 35 Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Se-Jateng turut hadir dalam kegiatan yang diadakan setidaknya satu kali dalam satu periode itu. Setiap MPC mengirimkan 5 anggota yang masing-masing terdiri atas Lembaga Komando Intinahatidana, Lembaga Penyuluhan dan Pembelaan Hukum, Srikandi, Satma (Satuan Mahasiswa) dan satu anggota dari unsur MPC.

Sebagai organisasi pengabdian kepada masyarakat, PP mendirikan LPPH yang berfungsi pembinaan dalam bidang hukum, baik bagi anggota maupun masyarakat. ''Yang terpenting lagi untuk menepis stigma bahwa di PP banyak preman, di PP sendiri ada Satuan Mahasiswa yang membuktikan bahwa banyak orang PP yang terdidik,'' jelas Budi Supriyanto. Selain itu kegiatan kerohanian juga digalakkan. ''Saya ingin seorang gali menjadi kiai dan haram jadah menjadi dekat dengan sajadah,'' pintanya. (my- 58)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA