logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 11 Oktober 2004 NASIONAL
Line

Saatnya PPP Kembali ke Khitah

SEMARANG- Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sudah seharusnya kembali ke khitah grass root-nya, umat, dan kepentingan bangsa, yaitu selalu mendahulukan akhlak yang mulia sebagai inti dari etika politiknya. Selain itu, juga membangun silaturahmi basis massanya dan membela serta menegakkan politik amar makruf nahi munkar.

Majelis Pakar DPP PPP H Faisal Baasir SH menyampaikan hal itu dalam diskusi dan sharing nasional terbatas bertema ''Membangun PPP Masa Depan, Belajar dari Jatuhnya Citra, Simpati, dan Suara PPP pada Pemilu 2004'' di lantai II Hotel Siliwangi, Sabtu (9/10).

Kegiatan yang digelar Rumpun Persatuan itu juga menghadirkan Ketua DPW PPP Jateng KHA Thoyfoer MC dan Majelis Pakar DPP PPP, Bachtiar Effendi.

Faisal mengatakan, hal tersebut bukan kepentingan pragmatis situasional yang hanya berkait dengan vested interest kekuasaan sebagaimana ambisi segelintir elitenya. ''Saya perlu mengungkap semua ini. Sebab hasil yang diperoleh PPP pada Pemilu 2004 sangat ironis.''

Menurut dia, meski PPP mampu menempatkan ketua umumnya, Hamzah Haz, sebagai wapres dan menempatkan dua menteri di Pemerintahan Megawati Soekarnoputri, ternyata suara partai dalam pelaksaan pemilu lalu, tidak terdongkrak.

Menurut dia, sudah saatnya elite parpol berlambang Kakbah itu bercermin pada hakikat dan kaidah perjuangan partai. Utamnya yang berkaitan dengan semangat kehidupan berpolitik yang menunjung nilai-nilai etika politik sebagaimana hasil ketetapan Muktamar V PPP No 4/TAP/Muktamar V/2003 tentang Program Perjuangan PPP Masa Bakti 2003-2007 M (1424-1429 H).

Kehendak Eksternal

Ketua DPW PPP Jateng KHA Thoyfoer MC mengungkapkan, sebenarnya berdirinya PPP bukan kehendak partai itu sendiri, melainkan keinginan eksternal. Ada teori yang menyatakan, jika umat Islam ada di beberapa ''rumah'' justru akan menyatu. Sebaliknya, jika hanya ada dalam satu ''rumah'' justru akan timbul keributan.

''Dari teori itu lahir perubahan struktur politik. Karena itu, partai-partai Islam yang ada dijadikan satu menjadi PPP,'' ujarnya.

Dalam perkembangannya, kata dia, PPP pernah berjaya. Namun, pernah juga partai tersebut direcoki kekuatan politik lain dalam penentuan pimpinannya.

Tafrikhan dari Rumpun Persatuan berharap DPP PPP tegas, lugas, dan kritis terhadap segala kebijakan pemerintah yang bertentangan dengan aspirasi dan kepentingan rakyat.

Selain itu, elite-elite PPP harus teguh dan konsisten dengan visi, misi, dan perjuangan politik yang telah dikembangkan demi menjaga kewibawaan organisasi. (G7-81i)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA