| Senin, 11 Oktober 2004 | NASIONAL |
Gus Dur: Mantan Militer Tak MasalahYOGYAKARTA -Ketua Umum Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdurrahman Wahid mengatakan, siapa pun pemerintahan mendatang baik sipil maupun mantan militer tidak masalah. Yang menjadi masalah dan harus ditentang, siapa pun yang menjalankan roda pemerintahan dengan paham militerisme. ''Kalau mantan militer mau memimpin bangsa, tetapi tidak membawa paham militerisme, ya tidak apa-apa,'' kata Gus Dur, panggilan akrab KH Abdurrahaman Wahid, saat membuka Musyawarah Wilayah (Muswil) DPW PKB DIY di Natour Garuda, Yogyakarta, Minggu (10/10) kemarin. Muswil DPW PKB DIY diselenggarakan karena selama ini kegiatannya dibekukan DPP PKB, akibat dianggap melanggar ketentuan DPP. Pelanggaran yang dilakukan DPW, khususnya mengenai pencalegan. Saat itu DPP sudah mengeluarkan daftar calon legislatif, tetapi DPW tetap bertahan dengan daftar yang dibuat sendiri. Sebelum dibekukan, kepengurusan DPW PKB DIY dipegang tim resolusi yang diketuai Drs Lalu Misbah Hidayat. Untuk menjernihkan masalah intern di tubuh DPW PKB DIY, maka kemarin digelar musyawarah wilayah (muswil) yang dibuka langsung oleh Ketua Umum Dewan Syuro DPP PKB. Turut mendampinginya, Wakil Ketua Umum DPP PKB Prof Dr Mahfud MD, salah seorang anggota DPR dari PKB Drs Imam Ansori, dan masih banyak lagi. Lebih lanjut Gus Dur mengatakan, sebaiknya jangan dilihat militernya. Sebab, meski dari militer, kalau sudah pensiun, mereka menjadi anggota masyarakat biasa. Yang penting selama memimpin bangsa ini jangan memasukkan paham militerisme. ''Kalau itu yang terjadi, kita wajib mengingatkannya,'' ujar Gus Dur. Sebagai salah satu partai, menurut Gus Dur, partai berlambang bola dunia itu kelak bisa menjadi partai besar yang bisa menguasai di parlemen. Ppartai yang menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi, dan bisa benar-benar menjalankan misinya secara demokrasi pula. Meski dalam pemerintahan sekarang sudah ada MPR, DPR, yudikatif, dan eksekutif, tetapi sama sekali belum ada watak demokrasi. Karena itu, ini menjadi tugas PKB dalam menegakkan demokrasi. ''Ini penting kami utarakan, karena PKB memang partai yang paling demokratis,'' katanya. Demokratis harus mulai dirintis, tambah Gus Dur, meski harus mengorbankan kepentingan pribadi dan partai. Tanpa ada pengorbanan, rasanya sulit demokrasi bisa berjalan sesuai dengan keinginan rakyat. Karena itu, PKB akan menjadi pelopor dalam menegakkan demokrasi tersebut. Untuk mewujudkan PKB menjadi partai besar, Gus Dur kini sedang merintis ke berbagai organisasi keagamaan dan organisasi sosial lainnya. Semua ini dilakukan dengan harapan PKB kelak menjadi partai besar.(sgt-78t) |