| Senin, 11 Oktober 2004 | NASIONAL |
Gerakan Membangun Nurani Dideklarasikan
JAKARTA-Ribuan orang mengikuti gerakan membangun nurani yang digelar oleh KH Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) di Munas Jakarta. Presiden terpilih Susilo Bambang Yudhoyono tak bisa hadir, hanya melakukan dialog dengan dai kondang asal Bandung tersebut. Yudhoyono kemarin hanya mengadakan pertemuan tertutup dengan Aa Gym, di Garden Tower Hotel Hilton. Pimpinan Gerakan Moral Membangun Nurani Bangsa Gema Nusa itu dapat memaklumi ketidakhadiran presiden terpilih, namun pesan-pesan moral telah disampaikan. Pertemuan itu membicarakan gerakan Gema Nusa, sebuah wadah yang bertujuan untuk mengangkat aspirasi masyarakat dalam perbaikan moral, akhlak, dan budaya serta bersama membangun kontrol sosial di masyarakat. Setelah pertemuan dengan Yudhoyono dan tim sukses SBY-Kalla, Aa Gym yang keluar dari lift disambut para wartawan. Dia menyatakan, dalam pertemuannya dengan SBY pada intinya mengangkat tiga hal. Pertama, membicarakan keadaan bangsa. Kedua, tentang Gema Nusa. Aa Gym mengatakan, Yudhoyono ingin mendengar lebih lengkap seluk-beluk gerakan ini. Tentang organisasi masyarakat ini, Yudhoyono berharap Gema Nusa dapat menjadi bagian dalam kebersamaan memperbaiki negeri ini suatu saat nanti. Menurut Aa Gym, presiden terpilih juga menyampaikan belum tepat waktunya sekarang untuk ikut hadir dalam acara deklarasi dan rapat akbar Gema Nusa yang akan diadakan di lapangan Monas Jakarta. ''Karena lebih bijak untuk tidak hadir di tempat umum di depan banyak orang seperti itu,''ujar AA Gym menirukan ucapan SBY. Dia mengatakan, sangat memahami alasan itu, karena itulah langkah yang paling bijaksana dalam situasi seperti ini. Krisis Moralitas Dalam pertemuan tersebut, Aa Gym menyampaikan tentang krisis terbesar yang dihadapi oleh bangsa adalah krisis moralitas. Kalau politikus kurang bermoral, dikhawatirkan akan terjadi masalah. Tim sukses dan pengamat politik Denny JA menyatakan, selain Aa Gym mengucapkan selamat atas terpilihnya Yudhoyono sebagai presiden, juga memberitahukan akan membentuk gerakan moral bernama Gema Nusa. Gerakan ini, kata Denny, akan menjadi gerakan lintas partai dan akan menjadi partner dalam mengelola pemerintahan. Dia juga menyatakan, SBY mendorong Gema Nusa karena merasa beban pemerintah yang terlalu besar jika hanya ditanggung oleh presiden. ''Perlu ada korporasi dan partnership dengan kekuatan masyarakat,'' ujar Denny. Aa Gym, dinilai SBY sebagai simbol dari kekuatan itu. Aa Gym mengatakan, masih dari gerakan hati nurani itu, dirinya sempat berpesan kepada presiden terpilih untuk mempertimbangkan masalah nurani dalam memilih pembantunya yang duduk dalam kabinet nanti. Yudhoyono pun tidak bersedia memberikan komentar tentang pertemuannya dengan dai kondang tersebut. Tapi dia mengajak untuk berjalan bersama keluar Hotel Hilton, seraya diabadikan oleh puluhan fotografer. Sementara itu, di Monas, ribuan orang menghadiri deklarasi Gerakan Membangun Nurani Bangsa. Yudhoyono tidak hadir dengan alasan seperti yang disampaikan Aa Gym. Ribuan orang mulai menyemut lepas asar. Sekitar pukul 16.00, rangkaian deklarasi digelar. Di antara massa terlihat Gubernur DKI Sutiyoso. (di-78t) |