| Senin, 11 Oktober 2004 | NASIONAL |
DPW PAN Jateng Lirik Hatta Radjasa
SEMARANG- Kongres II Partai Amanat Nasional (PAN) yang akan digelar di Semarang pada 10-13 Februari 2005, diperkirakan akan memunculkan sejumlah nama dalam bursa pemilihan ketua umum. Hal itu tak lepas dari Ketua Umum DPP PAN Amien Rais yang pernah menyatakan tidak bersedia lagi menjadi pucuk pimpinan di partai yang lahir pada 23 Agustus 1998 tersebut. Meski kongres baru akan digelar sekitar empat bulan lagi, namun persiapan untuk itu sudah mulai tampak. Minggu (10/10) di Kantor DPW PAN Jateng digelar Diskusi dan Kajian Membedah Ideologi PAN (persiapan menjelang Kongres PAN di Semarang), dengan menghadirkan Sekjen DPP PAN Ir HM Hatta Radjasa. Di sela-sela acara, Ketua DPW PAN Jateng H Munawar Sholeh mengungkapkan, figur Hatta Radjasa pantas untuk memimpin PAN, jika memang Amien Rais benar-benar tak bersedia lagi dicalonkan sebagai ketua umum. ''Jujur saja, di sini ada Pak Hatta yang sangat pantas dan cukup dikenal,'' kata Munawar didampingi Sekretaris DPW Ir Taufik Kurniawan MM. Menurut dia, yang penting calon ketua umum adalah figur yang kredibel dan dikenal. Sebab, pemilihan besar kemungkinan akan melalui voting dengan banyaknya calon yang maju. Ditanya mengenai bakal calon yang lain, anggota DPR RI tersebut mengaku belum tahu secara pasti, tapi sudah mendengar jumlahnya cukup banyak. ''Baru sriwing-sriwing. Ada AM Fatwa yang katanya mau maju, Didik Rachbini, dan Abdullah Thoha. Kalau lebih dari tiga calon, saya kira cukup banyak.'' Dia menandaskan, siapa yang akan diajukan Jateng sebagai calon ketua umum belum final. Meski menilai Hatta layak, namun harus melihat situasi dan kondisi. ''Kami tidak ingin, sudah telanjur ngelus jago, tahu-tahu yang dijagokan diangkat jadi menteri,'' ujarnya. Soal figur Amien Rais, pihaknya mempercayakan 100% pada yang bersangkutan kalau pada akhirnya masih dikehendaki para kader untuk memimpin PAN. Meski sesuai dengan aturan, ketua umum hanya boleh menjabat maksimal dua periode, namun ketentuan bisa diubah saat kongres. Lembaga Tertinggi Sekjen DPP PAN Ir HM Hatta Radjasa mengatakan, kongres merupakan suatu lembaga tertinggi dalam pengambilan keputusan dalam partai. Karena itu, kedaulatan ada di DPD PAN kabupaten/kota seluruh Tanah Air yang memiliki hak suara untuk memutuskan sesuatu. ''Karena itu, kami serahkan nanti kepada seluruh peserta kongres untuk menentukan ke mana partai akan melakukan perubahan-perubahan. Tidak hanya dalam konteks perubahan kepemimpinan partai lima tahun ke depan, tetapi juga revitalisasi dalam platform partai, AD/ART, dan sebagainya,'' kata dia ketika ditanya mengenai siapa yang nanti layak menggantikan Amien Rais mengingat ketua umum DPP PAN itu tak bersedia dicalonkan lagi. Dia tidak bersedia berspekulasi untuk mengatakan si A, B, atau C sebagai calon ketua umum. Namun pihaknya ingin ada mekanisme buttom up dan betul-betul merupakan pemikiran cerdas dari peserta kongres. Dia tidak ingin berspekulasi apakah nanti Amien Rais akan maju lagi atau tidak, meskipun mantan Ketua MPR RI itu sudah mengatakan tidak ingin lagi menjadi ketua umum DPP PAN. Namun yang jelas Amien tetap akan berada di lingkungan PAN. Meski demikian, lanjut Menristek tersebut, semuanya terserah pada peserta kongres. PAN memiliki banyak kader dan punya mekanisme yang sangat demokratis, sehingga memungkinkan semua orang yang sesuai dengan kriteria, bisa menjadi calon ketua umum. Hatta mengakui sampai saat ini di PAN belum ada figur yang ketokohannya bisa disamakan dengan Amien Rais. ''Karena menurut saya, Pak Amien bukan hanya kader partai, melainkan kader bangsa yang terbaik.'' Soal pertimbangan kongres digelar di Jateng, dia mengakui karena lokasi tersebut memiliki sarana yang memadai untuk menampung lebih dari seribu peserta. Selain itu, secara geografis bisa dijangkau dari kawasan timur dan barat, serta mendapat apresiasi karena kinerjanya baik. Jateng, tambah Hatta, juga merupakan salah satu kantong suara PAN. Provinsi tersebut merupakan penyumbang suara dan anggota legislatif yang cukup signifikan. ''Maka apresiasi ini diberikan oleh ketua umum. Dalam rapat harian DPP, (Jateng) ditetapkan sebagai tempat pelaksanaan kongres.'' (G7-58t) |