| Senin, 11 Oktober 2004 | BANYUMAS |
Surplus Beras Mencapai 50.272 TonPURWOKERTO - Beras hasil panen padi musim tanam April-September di Kabupaten Banyumas surplus 50.272 ton. Surplus sebanyak itu cukup untuk kebutuhan tiga setengah bulan ke depan. ''Karena itu Kabupaten Banyumas tak khawatir terjadi kekurangan beras pada bulan puasa dan lebaran. Kebutuhan beras di Banyumas 14.262 ton/bulan,'' kata Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Ir Djoko Wikanto. Dia mengemukakan meski musim kemarau, panen padi masih bertambah. Beberapa kecamatan di wilayah utara, yakni di lereng Gunung Slamet, seperti Pekuncen, Ajibarang, Kedungbanteng, Sumbang, dan Baturraden, akan panen November nanti. Suplai air tersedia sepanjang tahun di kawasan itu, sehingga petani bisa panen tiga kali setahun. ''Di daerah itu ada padi yang ditanam Juni-Juli, sehingga November panen, meski total lahan hanya sekitar 4.200 ha,'' katanya. Oktober-Maret Untuk mengantisipasi kedatangan musim hujan dan musim tanam Oktober 2004-Maret 2005, kata Djoko, Bupati HM Aris Setiono telah menyampaikan surat edaran ke para camat untuk melakukan persiapan dan berkoordinasi di lapangan. Persiapan meliputi antisipasi kebutuhan bibit dan sarana produksi seperti pupuk urea. ''Koordinasi di lapangan perlu dilakukan sedini mungkin. Sebab, ketika musim tanam tiba biasanya muncul persoalan yang berkait dengan sarana produksi, terutama pupuk urea.'' Lahan padi di Banyumas tahun 2004 (Januari-Desember) 64.506 ha. Hingga Agustus luas lahan yang ditanami padi 37.123 ha. Diharapkan Oktober-November, yang biasanya merupakan puncak musim tanam Oktober-Maret, lahan yang ditanami padi bisa 24.000 ha. ''Kami optimistis sawah 64.506 ha pada tahun 2004 tercapai.'' Kebutuhan pupuk urea selama tahun 2004 total 25.489,32 ton. Realisasi sampai dengan September 18.900 ton. Kebutuhan bulan Oktober, November, dan Desember 9.450 ton. ''PT Pusri menyatakan siap memenuhi kebutuhan pupuk berapa pun. Karena itu di atas kertas soal pupuk tak ada persoalan lagi,'' kata Djoko. (G23-86) |