| Senin, 11 Oktober 2004 | BANYUMAS |
Janur Kuning Pembawa MautBANYUMAS - Belakangan ini dukun pengantin kebanjiran order merias. Setiap kali memenuhi order itu, dukun pengantin membutuhkan janur kuning. Daun kelapa muda itu dihias dan menjadi pertanda seseorang punya hajat menikahkan anak. Namun bagi Amirudin (31), warga Tambaksari, Kembaran, Banyumas, janur kuning bisa membawa maut. Dia tewas dari pohon kelapa setinggi 15 m gara-gara hendak mengambil janur yang bakal dipakai untuk hajatan seorang warga Kota Purwokerto, kemarin. Sebelumnya Amir diminta Puji (31), warga Tambaksari, mencarikan janur. Tiga bulan terakhir Puji memang sering mendapat order mencari janur. Namun dia kesulitan memanjat pohon kelapa setinggi belasan meter. Leher Patah Sabtu (9/10) dia mendapat order dan meminta bantuan Amir untuk memanjat pohon kelapa. ''Namun Amir jatuh dan meninggal dunia,'' kata Aiptu Wardjono, anggota Polsek Kembaran. Amirudin sebenarnya telah menolak permintaan Puji. Sebab, dia sedang mencangkul di ladang dan belum selesai. Karena harus mendapatkan jamur untuk pernikahan anak orang terkenal di Purwokerto, Puji mendesak Amir memanjat pohon kelapa. Dengan berat hati Amir pun memanjat pohon kelapa setinggi 15 m. Bagi Amir, itu bukan pekerjaan sulit karena sering naik-turun pohon kelapa. Sampai di atas dia memegang pelepah kering. Saat itulah pelepah patah dan dia jatuh dengan kepala di bawah. Begitu menyentuh tanah, terdengar suara keras sekali. Meski jatuh dari ketinggian 15 m, Amir masih hidup. Namun lehernya patah dan semua gigi rompal. Dia segera dilarikan ke sebuah rumah sakit swasta di Purwokerto, namun kemudian dipindah ke RSU Prof dr Margono Soekarjo (RSMS). Dalam perjalanan ke RSMS, dia meninggal dunia.(in-86) |