logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 11 Oktober 2004 BANYUMAS
Line

Pedagang Pasar Wage Harus Kembali ke Tempat Semula

PURWOKERTO-Tim gabungan penertiban pasar yang dikoordinasi Badan Kesatuan Bangsa, Ketertiban, dan Perlindungan Masyarakat mulai hari ini akan menertibkan secara serentak pedagang Pasar Wage dan PKL yang berjualan di daerah larangan.

Daerah yang terlarang untuk berjualan meliputi lorong masuk ke dalam pasar, areal parkir depan Ruko Gede (jalur masuk dari arah barat), areal parkir depan blok C yang terbakar, bawah tangga naik ke lantai II, pintu masuk dari utara (Jalan Wihara), dan sekitar tangga dalam pasar.

Keputusan itu untuk menindaklanjuti hasil rapat koordinasi terakhir tim gabungan, kemarin, di Kantor Badan Kesatuan Bangsa. Tim gabungan meliputi aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi, pengelola Pasar Wage, Paguyuban Pedagang Pasar Wage (P3W), serta aparat kepolisian dan TNI. Rencana penertiban sudah disetujui Bupati HM Aris Setiono SH SIP.

Kepala Subbidang Ketenteraman dan Ketertiban Badan Kesatuan bangsa Nungky HR mengatakan, penertiban menjelang Ramadan itu akan difokuskan ke pedagang dan PKL yang nekat berjualan di daerah terlarang. Mereka diminta kembali ke tempat semula.

Pedagang Baru

Sebagian pedagang lantai II yang turun diminta menempati kembali los dan kios yang mereka tinggalkan. Begitu pula pedagang blok A, B, dan C yang berjualan di daerah terlarang.

''Adapun pedagang atau PKL baru yang belum mempunyai surat izin penempatan (SIP) atau tercatat sebagai anggota pedagang pasar diminta mencari tempat lain. Kebanyakan yang berjualan di daerah larangan justru pedagang baru,'' ujar Nungky.

Pedagang atau PKL baru, ujar dia, bisa menempati trotoar sepanjang Jalan Katamso. Namun para PKL menolak. ''Kalau menolak dan bertahan ya kami tertibkan.''

Dia mengemukakan penertiban itu akan dilakukan secara terpadu sampai batas waktu yang belum ditentukan. ''Mungkin bisa 10-20 hari. Sebab, menjelang Lebaran pasar ramai. Sebenarnya jika mereka bisa tertib berjualan, para pembeli pun akan datang.''

Kepala Subdinas Bina Dagang Dinas Perindustrian Karno M Noch menyatakan lokasi berjualan di lantai II banyak yang kosong. Bahkan kini hampir separo lebih ditinggalkan sang pemilik. Selama ini penataan dan pener-tiban kerap dilakukan. ''Mereka memilih berjualan di bawah (turun) karena menilai lantai II sepi. Namun jika mereka kompak mau berjualan di atas, para pembeli pasti datang.''

Dia mengemukakan penertiban itu juga untuk merespons tuntutan PKL depan Ruko Gede yang tergusur. Ruko yang menutupi pasar terbesar di Banyumas itu bakal dibuka mulai besok. Demi keadilan bersama, Paguyuban PKL melalui Ketua Ahmad Tugino, meminta semua pedagang yang berjualan di daerah larangan diteribkan. (G22-86)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA