logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 11 Oktober 2004 BANYUMAS
Line

Harga Kubis Cenderung Turun

PURBALINGGA - Harapan petani Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja, untuk menikmati kenaikan harga menjelang Ramadan tak kunjung terwujud. Sebab, harga sayur-mayur andalan mereka hingga Sabtu (9/10) tak naik-naik, bahkan cenderung turun.

Harga kubis masih jatuh, bahkan hanya dihargai Rp 50/kg. Sawi putih masih Rp 100/kg di tingkat petani. Sebelum jatuh, kubis sekitar sebulan lalu laku Rp 500/kg. Demikian pula sawi putih. Daun bawang atau muncang kini Rp 1.800/kg. Padahal, biasanya laku Rp 2.000/kg di tingkat petani.

Harga cabe merah merambat naik menjelang ramadan, yakni antara Rp 2.500 dan Rp 3.000/kg di tingkat petani. Adapun kentang sekitar Rp 2.000/kg.

Budiono, Ketua Kelompok Tani Gotong Royong Desa Kutabawa, menuturkan saat ini petani di desanya terpuruk. Keuntungan dari panen yang mereka tunggu-tunggu sekitar tiga bulan tinggal angan-angan.

''Jangan harap petani kubis mendapat keuntungan. Saat memanen kubis mereka justru merugi karena harga kubis Rp 50/kg. Padahal, ongkos petik saja Rp 35/kg. Itu belum termasuk untuk memberi makan tukang petik,'' ujar Budi.

Tak jarang untuk memangkas ongkos petik, petani memanen sendiri kubis mereka secara bertahap. Cara itu butuh waktu lama dan berisiko banyak kubis yang dipanen belakangan dimakan ulat.

''Kalau dipanen bersamaan dengan mempekerjakan banyak orang hasilnya tak seimbang. Sebab, ongkos petik dan makan tenaga petik lebih besar daripada hasil penjualan kubis setelah panen,'' tutur Ahmad (37), petani kubis di Bambangan.

Meski repot dia bersama sang istri memanen kubis secara bertahap. Hasil panen dua-tiga karung mereka jual ke pedagang di Kutabawa. ''Daripada mubazir, kubis di kebun tetap saya panen dan jual ke pedagang di Kutabawa. Lumayan, bisa untuk membeli kebutuhan sehari-hari,'' tuturnya.

Para petani di Kutabawa berharap Ramadan harga sayur normal. Jadi petani bisa meraih keuntungan untuk berlebaran. (G23-86)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA