logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 08 Oktober 2004 SALA
Line

Bikin Mobil seperti Warna Binatang Bunglon

SETELAH melakukan serangkaian percobaan, akhirnya Bengkel Cat dan Body Repair Kiat Motor Klaten berhasil melakukan pengecatan mobil dengan cat bunglon secara sempurna.

Disebut cat bunglon, karena warna mobil akan berubah-ubah seperti bunglon sesuai dengan posisi orang yang memandangnya. Bila berdiri memperhatikan mobil bercat bunglon yang sedang berjalan, warna mobil itu akan berubah-ubah seiring dengan gerakannya. Kadang bisa terlihat biru, merah, dan kadang kuning; bergantung dari sudut pandang. Tak semua bengkel berhasil menerapkan pengecatan bunglon.

''Teknik pengecatan dengan cat bunglon, saya pelajari di Guang Dhong China, saat saya mengikuti pengenalan teknologi pengecatan yang diadakan perusahaan cat Jerman Spies Hecker 27 Juli-3 Agustus 2002,'' kata H Sukiyat, pemilik Kiat Motor, kemarin.

Dia mendapat kepercayaan dari Perwakilan Spies Hecker Indonesia untuk mengembangkan pengecatan bunglon. Memang sudah banyak produksi cat sejenis, dan dicobanya; tapi beberapa di antaranya belum berhasil. Baru setelah mencoba cat produksi Spies Hecker, pengecatan berhasil.

''Saya pernah mengecat mobil Toyota Soluna milik anak saya dengan cat bunglon, tapi bunglonnya belum kelihatan. Baru kali ini saya berhasil melakukan pengecatan cat bunglon dengan sempurna,'' kata Sukiyat sambil memperlihatkan Toyota Kijang Krista keluaran 2003, yang telah dipoles cat bunglon.

Dua mobil berhasil diselesaikan dengan mempertaruhkan dana Rp 127 juta. Mobil pertama adalah Toyota Corolla milik anak perempuannya dengan warna kuning kemerahan. Mobil kedua, Kijang Krista milik pelanggan dengan dua warna, yakni Desert Rain atau blue to red untuk bagian atas dan Volcano Fire atau red to gold.

Menarik

Bila diamati, kijang bercat bunglon itu memang sangat menarik. Dilihat dari samping, terlihat biru di bagian atas dan merah di bagian bawah. Tapi bila menggeser posisi berdiri ke depan, maka warna bagian atas berubah merah, sedang bagian bawah merubah emas. Bila pintu dibuka-tutup, warnanya akan berubah sesuai sudut pandang.

Menurut Sukiyat, cat bunglon membidik kelas menengah ke atas, sebab harga catnya sepuluh kali lebih mahal dari cat biasa. Bila cat biasa bermutu bagus bisa dibeli dengan Rp 850.000/kg, cat bunglon harganya mencapai Rp 8 juta-Rp 9 juta/kg. Padahal, untuk satu mobil butuh paling sedikit tiga kilogram cat.

Itu baru harga cat, belum harga bahan-bahan perlengkap yang semuanya harus khusus. Sebab, teknik pengecatannya berbeda dengan cat biasa. Untuk mendapatkan cat bunglon dengan hasil baik, sebelum dicat, bodi mobil disemprot silikon reover.

''Setiap satu lapis cat selesai disemprot, bodi mobil harus dilap dengan track cloth (sejenis kasa yang diberi cairan khusus), yang fungsinya menarik debu, termasuk debu yang dihasilkan cat itu sendiri. Cat diberi tiga lapis, tak boleh lebih dan tak boleh kurang. Kalau tidak tepat, bunglonnya tidak jadi,'' ujarnya.

Ada beberapa langkah tambahan untuk memunculkan efek bunglon, yaitu mulai dari cat dasar, teknik pengecatan, sampai finishing. Penyemprotan cat pun harus dilakukan dengan udara kering, dengan setelan khusus. Bila salah satu langkah meleset, efek bunglon tidak terlihat.

Karena prosesnya rumit, ongkos yang harus dikeluarkan untuk mendapatkan mobil bercat bunglon juga tinggi. Sukiyat mematok harga antara Rp 40 juta - Rp 65 juta untuk satu mobil. Sebab, selain bahan bakunya mahal, risiko kegagalan juga besar.(Merawati Sunantri-85a)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA