logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 06 Oktober 2004 MURIA
Line

Rembang Miliki 12 Jenis Bahan Tambang

REMBANG - Diakui atau tidak, Rembang tergolong kaya akan bahan tambang galian C. Sebab hasil studi menunjukkan, sedikitnya ada 12 jenis bahan tambang galian C yang cukup potensial untuk dieksploitasi.

Bupati Rembang H Hendarsono mengemukakan hal itu ketika menghadiri kuliah umum mahasiswa baru STIE YPPI Rembang di Gedung Binangkit (kompleks pendapa), pagi kemarin.

Sebelumnya, Ketua STIE YPPI Ir Drs HM Mudzakir MM menyerahkan beasiswa kepada 21 mahasiswa berprestasi. Selain itu juga diserahkan piagam penghargaan kepada empat mahasiswa yang mendapat juara satu dan dua kejuaraan tenis meja tingkat Kopertis VI.

Bupati mengemukakan, 12 jenis bahan tambang galian C yang dimaksudkan berupa pasir kwarsa (SiO2), fosfat, ball clay, batu gamping, batu bara, trass, andesit, tanah liat, gipsum, kalsit, dolomit, dan lignit.

Khusus untuk bahan tambang pasir kwarsa jumlahnya berlimpah. Bahkan dari hasil studi menunjukkan, jenis bahan tambang ini baru akan habis dieksploitasi 200-300 tahun.

Dia mengatakan, pasir kwarsa merupakan bahan baku untuk industri keramik, gelas, kaca, piring, dan semen. Bahan tambang ini banyak ditemukan di wilayah Kecamatan Sedan, Sarang, Sale, Sluke, dan Bulu.

''Dahulu pasir kwarsa banyak dihasilkan dari Pulau Bangka. Akan tetapi, sekarang sudah habis karena dieksploitasi secara besar-besaran oleh Singapura,'' katanya.

Sekarang ini pasir kwarsa hanya bisa ditemukan di Pulau Jawa. Namun yang terbesar cuma di Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi, Jabar, dan Rembang.

Namun, untuk pengambilan pasir kwarsa di Pelabuhan Ratu cukup sulit karena lokasinya berada di daerah perbukitan sehingga membutuhkan biaya transportasi yang tinggi sedangkan pengambilan pasir kwarsa di Rembang sangat mudah karena lokasinya di dataran rendah.

Atas pertimbangan itulah banyak perusahaan luar daerah yang menambang pasir kwarsa di Rembang. Bahkan, pabrik semen PT Indocement Cirebon juga mengambil pasir kwarsa dari Rembang, tepatnya di Kecamatan Sale.

Selanjutnya dia mengatakan, bahan tambang galian C di Rembang memiliki kontribusi cukup besar terhadap daerah. Terbukti, pendapatan asli daerah (PAD) yang bersumber dari pertambangan Rp 1,3 miliar per tahun. Dan, jumlah itu tentu bisa lebih ditingkatkan jika hasil tambang dikelola secara profesional.

Untuk itulah, Hendarsono berharap kepada para mahasiswa STIE YPPI Rembang untuk ikut menyumbangkan tenaga dan pemikiran demi pembangunan kedepan. Semua ini demi kesejahteraan masyarakat Rembang.(jl-15j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA