logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 30 September 2004 NASIONAL
Line

Kemungkinan Tak Ada Menko di Kabinet SBY

JAKARTA - Jajak pendapat atau poling yang digelar Soegeng Sarjadi Syndicated (SSS) di 19 kota dan 20 kabupaten di berbagai Indonesia, berhasil menjaring 100 tokoh yang layak ditempatkan dalam kabinet presiden terpilih Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Demikian Direktur Eksekutif SSS, Dr Sukardi Rinakit dalam suatu percakapan di ruang kerjanya, Rabu petang. Menurut Sukardi, kabinet SBY mendatang kemungkinan besar tidak ada jabatan menteri koordinator (menko) bidang politik dan keamanan, perekonomian, dan menko bidang kesejahteraan rakyat (kesra).

Tugas dari institusi tersebut, akan diganti dengan penasihat presiden dalam bentuk Dewan Keamanan Nasional (DKN) dan Dewan Ekonomi Nasional (DEN).

Untuk anggota DKN, kata dia, poling SSS berhasil menjaring sepuluh nama; yaitu Alwi Shihab (PKB), J Kristiadi dari CSIS, Mochtar Pabotinggi (LIPI), Ikrar Nusa Bhakti (LIPI), Sukardi Rinakit dari SSS, Denny JA (LSI), Jendral (Purn) Eddy Sudradjat (PKPI), Jendral (Purn) Wiranto, Jendral (Purn) Try Sutrisno (Mantan Wapres), dan Jendral TNI Endriartono Sutarto (Panglima TNI).

Sepuluh nama yang dipilih responden untuk anggota DEN adalah, Hadi Soesastro (CSIS), Djisman Simanjuntak (Prasetia Mulya), Sjahrir (PIB), dr Sulastomo (Ketua Jalan Lurus), Aburizal Bakrie (mantan Ketua Umum Kadin), Antoni Salim (pengusaha group Salim), Prof M Sadli (Guru Besar UI), Moh S Hidayat (Ketua Umum Kadin Indonesia), Sofyan Wanandi (Ketua DEN), dan Soegeng Sarjadi (CEO Kodel).

Sukardi mengatakan, untuk jabatan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) muncul empat nama; yaitu Letjen (Purn) Moch Ma'ruf, Letjen (Purn) EE Mangindaan, Letjen (Purn) Sudi Silalahi, dan Prof Nazaruddin Syamsuddin (Ketua KPU). Dari empat nama tersebut, yang dijagokan untuk menjadi Mendagri adalah Moch Ma'ruf.

Untuk jabatan Menteri Luar Negeri muncul tiga nama, yaitu Hassan Wirajuda, Dr Marti Natalegawa, dan Dr Rizal Sukma (CSIS). Namun kalangan masyarakat, tetap manjagokan Marzuki Darusman. Bahkan menurut sumber yang dekat SBY, Marzuki makin menguat.

Sementara itu untuk jabatan Menteri Pertahanan dan Keamanan (Menhan) muncul lima nama; yaitu Letjen (Purn) Agus Widjojo, Dr Kusnanto Anggoro (CSIS), Dr Daniel Sparingga (Unair), Letjen Sudradjat (Irjen Dephankam), dan Letjen (Purn) Fahrul Rozi. Dari kelima nama tersebut, yang paling dijagokan adalah Agus Widjojo.

Untuk jabatan Menteri Kehakiman dan Hak Azasi Manusia muncul dua nama, yaitu Yusril Ihza Mahendra (PBB) dan Moh Mahfud MD (PKB). Dari dua nama itu, yang paling dijagokan adalah Mahfud MD. Untuk Menteri Keuangan muncul dua nama, yaitu Budiono (Menkeu) dan Irsan Tanjung.

Mensesneg

Sementara itu untuk jabatan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), kata Sukardi, juga muncul dua nama, yaitu Ir Rachmat Witoelar (tim sukses SBY) dan Sofyan Effendi (Rektor UGM). Namun demikian, berbagai kalangan menjagokan Rachmat Witoelar, karena yang bersangkutan sangat dekat dengan SBY.

Untuk jabatan Menteri Otonomi Daerah, juga muncul dua nama yaitu Andi Mallarangeng dan Riswandha Imawan (UGM). Untuk jabatan Menteri Negara Komunikasi dan Informasi, muncul nama-nama seperti Surya Paloh dan Roy Suryo (pakar komunikasi UGM).

Yang menarik, kata Sukardi, adalah untuk Menteri Perindustrian dan Perdagangan (Menperindag). Di departemen yang cukup strategis itu, muncul empat nama; yaitu Mari Elka Pangestu (CSIS), Widjanarko Puspoyo (Dirut Perum Bulog), Sri Mulyani Indrawati (Direktur IMF), dan Chatib Basri (LPEM-UI). Yang kuat disebut-sebut akan menjadi Menperindag adalah Mari Pangestu dan Widjanarko.

Terjaring untuk Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menggantikan Laksamana Sukardi, adalah Setyanto (mantan Dirut Telkom), Dradjat Wibowo (DPP PAN), dan Moh Ichsan (Direktur LPEM-UI).

Sementara itu untuk Menteri Perhubungan mucul dua nama, yang dua-duanya dari TNI-AL, yaitu Laksamana (Purn) Widodo AS dan Laksamana Bernard M Sondakh (KSAL).

Satu-satunya nama yang muncul untuk menduduki jabatan Menteri Kelautan dan Perikanan, adalah Rochmin Dahuri. Sementara itu untuk Menteri Koperasi dan UKM adalah Reno Agung Effendi (FE-UI) dan Umar Said (Sekjen PD); tapi banyak kalangan menjagokan Reno, karena dikenal dekat dengan SBY.

Untuk jabatan Menteri Pertanian dan Perkebunan muncul tiga nama, yaitu Siswono Yudho Husodo (Ketua HKTI), Bayu Krisna Murti (IPB), dan HS Dillon. Untuk Menteri Kehutanan (Menhut), juga terjaring tiga nama, yaitu Togu Manurung (Dir Forest Watch Indonesia, Rusli Ramli (Ketua PD), dan Soeripto (mantan Sekjen Dephut).

Isu di luaran menyebut-nyebut nama Soeripto, karena tokoh itu selain didukung penuh PKS juga akan dijagokan oleh pengusaha kayu Indonesia. Bahkan, Soeripto kabarnya beberapa hari lalu telah mengumpulkan pengusaha kayu di sebuah hotel berbintang di Jakarta.

Mengomentari munculnya nama Soeripto dalam bursa kabinet, Sukardi mengatakan, tokoh itu perlu diteliti secara lebih mendalam. Pnelitian itu perlu, sebab ketika yang bersangkutan menjabat Sekjen Dephub ada kasus yang belum selesai. Kasus yang dimaksud adalah pembelian helikopter, yang persoalannya belum jelas sampai sekarang.

''Saya bukan tidak suka terhadap Pak Ripto menjadi anggota kabinet, tapi persoalannya harus jelas dulu, sehingga tidak menimbulkan masalah di kemudian hari,'' kata dia seraya menambahkan, bahwa SBY di luar ketiga nama tersebut sudah punya calon yang pas untuk menduduki departemen yang cukup strategis itu.

Dipertahankan

Sukardi lebih lanjut memprediksi, ada lima anggota Kabinet Gotong Royong yang akan dipertahankan oleh SBY, yaitu Kwik Kian Gie, Rochmin Dahuri, Purnomo Yusgiantoro, Budiono, dan Nabil Makarim. Kelima nama tersebut, masih terjaring oleh jajak pendapat SSS.

Untuk Menteri Pertambangan dan Sumber Daya Mineral, misalnya, nama Purnomo masih memiliki nama terbanyak dibanding Kurtubi (US Association for Energy Economics). Sementara itu untuk jabatan Mendiknas, muncul dua nama baru, yaitu Azyumardi Azra (Rektor UIN Jakarta) dan Suyanto (Rektor UN Yogyakarta).

Lalu untuk Menteri Agama dan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan (Meneg PP), masing-masing muncul dua nama. Yaitu untuk Menag Hidayat Nur Wahid (Presiden PKS), Komaruddin Hidayat (Ketua Panwaslu); serta untuk Meneg PP Marwah Daud Ibrahim (DPP Golkar) dan Erna Witoelar (Aktivis LSM).

Muncul sebagai kandidat Menteri Sosial adalah Subur Budhisantoso (Ketua Umum PD) dan Imam B Prasodjo (sosiolog UI). Untuk jabatan Menristek, juga muncul dua nama, yaitu Kusmayanto Kadiman (Rektor ITB) dan Ono W Purbo (Dosen ITB).

Di Depnakertrans, muncul dua yaitu Ahmad Mubarok (Ketua PD) dan Fahmi Idris (PG). Sementara itu untuk Menteri Kebudayaan dan pariwisata, muncul nama Garin Nugroho dan Sys NS.

Di Kementerian Negara Pembangunan Kawasan Timur Indonesia, muncul Nana Ignas Kleden (Direktur Pengembangan Indonesia Timur) dan Daniel Dakidae (Litbang Kompas).

Untuk Menteri Negara PAN, Anis Matta (PKS), MS Ka'ban (PBB), dan Sofian Djalil (tim sukses SBY).

Disebut-sebut untuk Menteri Negara LH, adalah Nabiel Makarim dan Purwo Santoso (FISIP-UGM). Untuk Departemen Permukiman dan Prasara Wilayah, muncul nama Eko Budiardjo (Rektor Undip) dan Hendrianto Notosoegondo (Dirjen Praswil). Untuk Menteri Kesehatan, adalah Usman Chatib Warsa (Rektor UI) dan Suyudi (Menkes).

Untuk Jaksa Agung, muncul nama-nama antara lain Marsilam Simanjuntak, Ahmad Ali (Unhas-Makasar), dan Todung Mulya Lubis. Menteri Negara PPN/Kepala Bappenas, disebut-sebut masih akan dijabat Kwik Kian Gie dan Bambang PS Brodjonegoro (UI).

Menteri Negara Investasi/Ketua BKPM, muncul nama Lin Che Wei dan Joyo Witono. Sementara itu untuk Panglima TNI, hanya muncul satu nama yaitu Jendral Ryamizard Ryacudu. Sedangkan untuk Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), muncul tiga nama; yaitu Kononel AL (Purn) Djuanda Widjaja, Mayjen (Purn) Irvan T Eddyson, dan Letjen (Purn) Samsir Siregar (mantan Ka BIA).(tri-78a)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA