logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 30 September 2004 MURIA
Line

Kasus Dua Orang yang Meninggal di Sumur

Warga Desa Warugunung Merasa Kehilangan

DUKA mendalam tidak hanya dirasakan oleh kedua keluarga korban yang meninggal bersamaan di dalam sumur. Namun, hampir semua warga Desa Warugunung, Kecamatan Bulu, Rembang juga merasakan kesedihan serupa. Hal ini dapat dilihat ketika kemarin siang jenazah Kustono (33) dan Singgih (35) dikebumikan di TPU setempat.

Ratusan warga desa terlihat datang ke tempat pemakaman itu untuk melepas kepergian kedua warganya. Menurut penuturan Kepala Desa (Kades) Warugunung Jaya Wahyudi, banyaknya warga yang ikut dalam pemakaman itu karena setiap harinya baik Kustono maupun Singgih adalah sosok warga yang baik. Mereka sering membantu tetangga ketika ada yang sedang mengalami kesulitan.

''Benar, kebaikan dari almarhum berdua ini tidak dapat kami lupakan. Kami merasa kehilangan sekali atas meninggalnya mereka,'' ucap Kades kepada Suara Merdeka dengan nada sedih.

Selanjutnya dia menyebutkan, sore hari setelah jenazah kedua korban dibawa ke rumah masing-masing, Siti Muntamah (27) istri Kustono dan Pasiyem (28) istri almarhum Singgih sering pingsan. Kedua istri korban itu terlihat sangat kehilangan. Siang kemarin, keduanya terlihat sudah dapat mengendalikan diri, meskipun tangisnya masih sering terdengar.

Bagaimana kronologi kejadian sesungguhnya? Jaya Wahyudi menjelaskan, Selasa (28/9) Suwanto (adik Kustono) bersama Kasnadi (mertua Suwanto) sedang memperbaiki sumur yang sudah lama tidak dapat diambil airnya. Ketika Suwanto masuk ke dalam sumur, dia berteriak-teriak meminta pertolongan karena tidak tahan berada di dalam sumur. Begitu mendengar teriakan menantunya, Kasnadi langsung meminta pertolongan warga.

Kebetulan pada saat itu, Kustono bersama Singgih sedang berada di sekitar tempat kejadian. Melihat adiknya berada dalam bahaya, Kustono langsung turun ke sumur dan memberikan pertolongan. Namun setelah ditunggu lama, ternyata yang bersangkutan tidak muncul dan terdengar teriakan dari Kustono.

Spontan Singgih juga ikut membantu namun nasibnya sama seperti yang dialami kedua kakak beradik itu.

Melihat kejadian itu, Kasnadi berteriak-teriak kembali meminta pertolongan warga hingga akhirnya ketiga orang yang berada di sumur tersebut dapat terangkat. Sayang, setelah dapat dikeluarkan dari sumur Kustono dan Singgih tidak dapat diselamatkan. SEmentara itu, Suwanto selamat dari musibah itu dan sampai saat ini masih mengalami perawatan di RSUD Rembang.

Kades Warugunung mengungkapkan, dia merasa kecewa dengan kabar yang menyatakan bahwa musibah itu adalah pembunuhan. Pasalnya, kejadian itu murni kecelakaan dan tidak ada unsur kesengajaan.

''Saya menegaskan sekali lagi, musibah ini bukan pembunuhan namun kecelakaan yang tidak disengaja. (Moch Achid Nugroho- 15j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA