logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 30 September 2004 MURIA
Line

PLN Temukan 2.099 Titik PJU Liar

BLORA - Jumlah lampu penerangan jalan umum (PJU) liar di beberapa desa di Blora sudah memprihatinkan. Berdasarkan penelusuran PLN, saat ini sedikitnya ditemukan 2.099 titik. ''Jumlah ini mungkin akan terus bertambah dan hingga saat ini masih kami telusuri terus,'' ungkap Kepala PLN Ranting Blora Mulyono ST kepada Suara Merdeka, kemarin.

Berdasarkan temuan itu dapat disimpulkan, lampu PJU di Blora tidak semua program Pemkab tetapi sebagian memang berkat inisiastif pemasangan warga. Pasalnya, PJU yang merupakan program Pemkab hanya 1.000 titik yang saat ini setrumnya diambil langsung dari kawat PLN. Mulyono membenarkan hal itu dan secepatnya akan menertibkan.

PJU program Pemkab ditengarai saat ini memang banyak yang sudah berubah. Pada awalnya, setrum diambilkan dari rumah warga terdekat dan sebagai gantinya setiap bulan Pemkab memberi ganti biaya rekening tersebut kepada warga.

Hanya dalam perkembangannya, lantaran uang ganti rekening dari Pemkab sering terlambat beberapa bulan, banyak warga yang keberatan. Hingga akhirnya kabel diputus dan sebagai ganti setrum diambilkan langsung dari jaringan PLN.

Rp 1 Miliar

Menurut penuturan Mulyono, akibat sambungan liar untuk PJU itu, mulai Januari hingga September tahun ini PLN mengalami kerugian yang relatif besar, hampir Rp 1 miliar. ''Jumlah ini akan terus berkembang karena tiap bulannya terus menumpuk,'' ujarnya. Dia mengemukakan, saat ini PLN telah memberitahukan adanya kerugian itu ke Pemkab Blora, hanya masih belum ada pemecahannya.

Sementara itu, Kepala KKP Drs Dwi Santoso ketika dihubungi mengungkapkan, masalah uang pengganti rekening warga untuk program PJU itu secara rutin telah diserahkan ke desa. Dia menyatakan pembagian uang ganti itu tidak melihat apakah sambungan ke rumah warga sudah diputus atau tidak.

Dengan kondisi itu, perkiraan PLN menarik uang kerugian dari PJU liar itu akan semakin sulit. Pasalnya, uang pengganti rekening saat ini sangat mungkin sudah dibagikan ke desa-desa sehingga untuk menarik lagi akan kesulitan.

Dwi mengemukakan, untuk pemasangan listrik ke jaringan PLN itu dalam waktu dekat akan dibentuk tim yang anggotanya juga melibatkan PLN untuk menertibkannya.(ud-15j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA