logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 30 September 2004 SEMARANG
Line

18 Preman dan Pengamen Digaruk

WELERI- Sebanyak 18 preman dan pengamen yang sering mangkal di pusat keramaian kota Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal, Rabu (29/9) terjaring razia oleh jajaran Polsek Weleri. Selain dalam rangka operasi penyakit masyarakat (pekat), penangkapan itu juga sebagai upaya penyisiran terhadap kemungkinan keberadaan serangkaian pelaku bom, utamanya di wilayah hukum Polsek Weleri.

''Ke-18 orang yang kami amankan tersebut, sebagian di antaranya tidak memiliki atau tidak membawa kartu identitas diri. Mereka terdiri atas, preman dan pengamen, yang selama ini sering diketahui mangkal di pusat keramaian. Misalnya, di stasiun kereta api, pasar, dan terminal angkudes,'' kata Kapolres Kendal AKBP Drs H Ahcmad Syukrani melalui Kapolsek Weleri Iptu Didik Novi Rahmanto, kemarin.

Dalam razia yang digelar antara pukul 13.00-14.30 itu selain menangkap 18 preman juga 7 PSK serta mengamankan tiga perempuan di bawah umur. Sehingga saat digaruk, mereka tidak bisa menunjukkan kartu tanda pengenal atau (KTP).

''Razia yang kami gelar ini semata-mata sebagai tindaklanjut dari laporan masyarakat dan perintah Kapolres. Beberapa waktu terakhir ini, keberadaan para preman dinilai meresahkan para pedagang. Mereka sering memalak, bahkan tidak menutup kemungkinan juga terlibat aksi kriminal.''

Dia menambahkan, sebagian besar dari mereka adalah warga Weleri dan Kendal. Namun, beberapa di antaranya berasal dari luar daerah seperti, Batang, Temanggung, dan Sumatera Utara. ''Mereka kami lepas setelah terlebih dahulu dimintai keterangan. Operasi ini sekaligus sebagai upaya penyisiran terhadap kemungkinan adanya pelaku bom di wilayah hukum Weleri.'' (G15-84)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA