| Kamis, 30 September 2004 | SEMARANG |
30 KK di Tambaksari MenganggurDEMAK - Kiai Zamrozi, tokoh masyarakat Tambaksari Baru, mengungkapkan, saat ini banyak warganya yang tidak memiliki pekerjaan tetap. Sebanyak 30% (30 kepala keluarga) bekerja sebagai nelayan, 30% (30 keluarga) mengadu nasib sebagai buruh pabrik dan serabutan, selebihnya 30%-40% (30-40 keluarga) menganggur. Ketua RT 5 RW 1 Maftuh mengemukakan, warga juga membutuhkan listrik/penerangan. Untuk sementara ini, mereka menyalur listrik di Pondok Pesantren Nurul Quran yang diasuh oleh Kiai Umar Sadli. Selain itu, masalah kesejahteraan sosial khususnya lapangan kerja perlu mendapat perhatian serius dari Pemkab. ''Warga mengeluhkan kondisi jalan kampung. Mereka meminta agar jalan kampung sepanjang 400 meter itu dipaving/diaspal,'' katanya. Camat Sayung Eddi Jatmiko mengemukakan, dahulu warga di lokasi lama bekerja mencari ikan dan mengelola tambak. Namun karena kampungnya tenggelam, kini mereka beralih profesi. Seratus keluarga warga Dukuh Tambaksari, Desa Bedono, Sayung yang bedol desa dan pindah ke Kampung Tambaksari Baru, Desa Purwosari, Sayung karena wilayahnya tenggelam diterjang rob (air laut pasang), baru-baru ini mendapat bantuan beras dua ton dari Bupati Endang Setyaningdyah. Warga Kampung Tambaksari, Desa Purwosari itu pada 2002 pernah mendapat bantuan dana Rp 20 juta untuk pemugaran rumah dari Pemprov. Namun, bantuan dana itu hanya untuk 20 warga saja. (F2-84j) |