| Kamis, 30 September 2004 | SEMARANG |
Wisata Belanja Vs AgrowisataDENYUT ekonomi Kota Semarang diyakini dipompa oleh aliran perdagangan barang dan jasa di kota ini. Statistik Kota Semarang menunjukkan sektor perdagangan, hotel, dan restoran memberikan sumbangan terbesar dalam pendapatan domestik rata-rata bruto (PDRB) Kota Semarang. Pada tahun 1997-2000, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Semarang, 34,77% PDRB Kota Semarang berasal dari sektor perdagangan, hotel, dan restoran. Urutan kedua diduduki industri pengolahan, 29,67% dan 11,07% lainnya didukung sektor jasa. Data itu makin menguatkan argumen bahwa Semarang ke depan adalah kota jasa. Lantas bagaimana dengan pariwisata Kota Semarang? Kepala Dinas Pariwisata Kota Semarang Drs Agus Sudarmadji mengakui sampai saat ini pihaknya belum melakukan studi yang mampu mengerucutkan analisis arah pengembangan pariwisata Kota Semarang. Namun, pihaknya berhipotesis wisata belanjalah yang akan berkembang. ''Sebagai kota jasa, mereka yang datang ke Semarang adalah kalangan pebisnis. Sesuai dengan karakter masyarakat sekarang, mereka umumnya tidak akan mengunjungi Taman Margaraya Tinjomoyo atau Kampung Wisata Taman Lele, tapi mal dan hotel. Lihat saja kawasan Simpanglima, bisa berkembang begitu pesat. Orang-orang yang jajan di Simpanglima dalam konsep pariwisata dapat digolongkan berwisata juga lo,'' katanya. Karena itu, Agus justru menitikberatkan pengembangan pariwisata di dekat kota. Kampung Wisata Taman Lele, misalnya, kini dipermak hingga mampu menyetor pendapatan Rp 360 juta-375 juta/tahun. Demikian pula wisata outbond di Tinjomoyo, mulai diminati 100-150 orang/minggu. Sebaliknya Agrowisata Sodong, menurut Agus, potensinya terlalu minim. Selain tidak ada jaringan yang menghubungkan kawasan itu dengan objek wisata lain, lahan yang dimiliki Pemkot tak lebih dari 4.000 m2. ''Dulu memang ada rencana pembuatan pacuan kuda, open theater, dan sebagainya. Tapi semua akhirnya tidak dapat dijalankan,'' katanya. (89) Peruntukan Lahan di Kelurahan Purwosari Peruntukan Lahan Luas (hektare) Kawasan rekreasi dan olah raga 152,024 Jaringan jalan dan utilitas 51,155 Konservasi dan ruang terbuka hijau 78,498 Lahan pertanian 115,100 Permukiman 74,687 Campuran perdagangan, jasa, dan permukiman 3,734 Perkantoran 0,449 Pendidikan 0,637 Kesehatan 0,083 Peribadatan 0,729 Pelayanan umum 0,942 Waduk 31,717 Makam 5,536 Sumber Rencana Detail Tata Ruang Kota (RDTRK) Bagian Wilayah Kota (BWK) IX Mijen, 2000-2010 |