| Kamis, 30 September 2004 | SEMARANG |
Musabaqah Ilmiah Mahasiswa Nasional di IAIN
NGALIYAN - Dengan pemberlakuan otonomi pendidikan di Indonesia, perguruan tinggi dituntut untuk mencetak lulusan yang benar-benar berwawasan luas. Cita-cita demikian menuntut lembaga pendidikan tinggi termasuk perguruan tinggi agama Islam memberikan ruang seluas-luasnya untuk mengembangkan daya pikirnya. Selain itu, mahasiswa juga dituntut untuk memiliki daya kreativitas dan kompetensi di bidangnya. Pada sisi lain, terjadi perubahan orientasi pendidikan dari milik publik menjadi milik negara melalui mekanisme pembentukan Badan Hukum Milik Negara (BHMN). Akibatnya, masyarakat kelas menengah ke bawah mengalami kesulitan mengakses pendidikan. Begitulah pokok-pokok pikiran yang disampaikan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) IAIN Walisongo terkait dengan rencana penyelenggaraan Musabaqah Ilmiah Mahasiswa Nasional (Milmanas) Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (PTAI) se-Indonesia. Menurut rencana, kegiatan tersebut digelar tiga hari, Senin (4/6) - Rabu (6/10) mendatang. Ketua panitia pelaksana Fatahudin Al Latifi mengharapkan, Milmanas bisa memacu kreativitas mahasiswa, menggali potensi, dan mengorbitkan karya mahasiswa agar bisa bersaing di dunia global. Kegiatan tersebut juga merupakan salah satu bentuk motivasi dan penghargaan kepada mahasiswa yang memiliki karya-karya tertentu. ''Dengan begitu, diharapkan akan tumbuh semangat berkompetisi secara sehat,'' kata Fatahudin, kemarin. Milmanas akan diikuti oleh 48 perguruan tinggi agama Islam negeri (PTAIN) se-Indonesia yang terdiri atas 3 UIN, 11 IAIN, dan 24 STAIN. Selain itu, panitia juga mengundang perguruan tinggi agama Islam swasta (PTAIS) se-Indonesia. Fatahudin mengemukakan, kegiatan yang mengusung tema ''Menciptakan Mahasiswa Kreatif, Berwawasan Ilmiah, dan Bervisi Pembangunan'' tersebut terdiri atas beberapa lomba, antara lain lomba penulisan ilmiah, debat bahasa Arab dan bahasa Inggris, serta lomba karya mahasiswa. (amp-73j) |