| Kamis, 30 September 2004 | SEMARANG |
50.000 Orang Donor Darah SerentakKIRA-KIRA pukul 09.40, Sudjoko, daftar tunggu nomor seratus sekian, melangkah mantap ke meja cek darah. Telunjuk pria paro baya yang mulai mengeriput itu menyorong ke tangan relawan PMI Cabang Semarang yang siap dengan jarum suntik mungil. "Jenis darahnya O, ya Pak. Silakan tunggu giliran cek tensi dulu," ujar si petugas. Meski beberapa calon pendonor lain menunggu giliran, raut tua Pak Djoko kelihatan tak sabar menanti. Sesekali pegawai PT Indonesia Power itu membuang pandangan ke arah pembaringan, tempat donor. Ratusan pengantre tampak memenuhi seputar ruang pertemuan PT Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Semarang di Jalan Ronggowarsito, Rabu (29/9). Begitu banyak peminat untuk memecah rekor pendonor darah terbanyak versi Museum Rekor Indonesia (Muri), sampai-sampai panitia terpaksa kewalahan mengatur pendonor yang kebanyakan berasal dari karyawan, keluarga karyawan, rekanan dan penduduk sekitar. "Rencananya kami hanya akan membatasi 368 pendonor, tapi ternyata pendaftarnya membeludak sampai 471 orang. Ya terpaksa yang seratus baru akan dipakai kalau ada yang gagal cek," tutur Ketua Panitia Sobari didampingi Humas Sriyanto. Sementara itu, di PLN Unit Distribusi Jatingaleh, acara diikuti 84 karyawan, keluarga, dan mitra kerja PLN dengan lama kegiatan 6 jam. "Sebenarnya yang mendaftar lebih banyak, namun kapasitas penampungan PMI yang terbatas sehingga hanya mendapat jatah 84 orang," jelas Manajer Unit Pelayanan Transmisi (UPT) Ngesrep Semarang Supriyono. Serentak di Indonesia Berapa target yang ingin dicapai dalam tingkat nasional? Dia menjawab, "Target secara nasional sekitar 50.000 orang sebagai peserta donor. Jumlah tersebut sangat besar lantaran kegiatan dilakukan serentak di Indonesia. Untuk Jateng, hingga penutupan kemarin, jumlah pendonor telah mencapai 8.621 orang. Bahkan, imbuh Sobari, penggagas Muri Jaya Suprana pun terjun langsung memantau perhitungan pendonor dari Jayapura. Khusus Semarang, dilaksanakan di tujuh tempat yaitu Ngesrep (Unit Pelayanan Transmisi), Jatingaleh (distribusi), Pemuda (jaringan), Ronggowarsito (Indonesia Power unit Tambaklorok), Slamet (kitring), Krapyak (Unit Jasa Produksi), dan Ungaran (PLN Region Jateng &DIY). Acara yang digelar pukul 08.00-15.00 WIB itu digelar sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat bersamaan dengan HUT Ke-59 PLN pada 27 Oktober nanti. Rekor Muri sebelumnya dibuat oleh APAC Inti pada 3 September 2004 yang diikuti 4.879 orang, meliputi pegawai perusahaan. Kegiatan tersebut berlangsung selama 7 jam. Sedangkan rekor terakhir dipegang oleh Pemda DIY sebanyak 4.884 orang dan kegiatan berlangsung selama 7 jam. (rei, hrn-73t) |