logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 30 September 2004 SEMARANG
Line

Sudjoko: Masyarakat yang Akan Menilai

  • Pembangunan SMPN 41 Jalan Terus

SEMARANG -Pembangunan unit sekolah baru (USB) SMPN 41 tetap berjalan terus kendati sejumlah kalangan telah menyampaikan keberatan. Berdasarkan pantauan Suara Merdeka, Rabu (29/9) kemarin, pembangunan sudah sampai pada pemasangan tulangan beton.

Pada calon ruang kelas, terlihat tulangan-tulangan beton yang menjulang pada titik-titik tertentu. Sementara itu, pada calon bangunan yang lain sampai pada penyiapan fondasi.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Drs Sudjoko menyatakan pembangunan gedung SMPN 41 tetap berjalan. Menurut dia, pembangunan USB tersebut pada prinsipnya untuk melayani masyarakat agar memperoleh sarana pendidikan yang lebih bagus.

''Sama sekali tidak ada maksud untuk mematikan sekolah swasta. Sebab, baik negeri maupun swasta sama-sama memiliki kontribusi dalam mencerdaskan bangsa,'' katanya, Rabu (29/9).

Selanjutnya, Sudjoko mengatakan, baik sekolah negeri maupun swasta akan diakreditasi untuk dinilai mutunya. Dalam akreditasi tersebut, tidak terdapat perbedaan perlakuan antara sekolah negeri dan swasta. Soal peminat, Sudjoko menandaskan, terserah sepenuhnya pada penilaian masyarakat.

''Masyarakat yang akan menentukan, apakah sekolah itu berkualitas atau tidak. Selanjutnya, apakah dia akan memilih sekolah itu atau tidak.''

Pembangunan proyek SMPN 41 menempati areal seluas 13.000 meter persegi. Areal yang terletak persis di belakang Polsek Gunungpati tersebut merupakan bekas perkebunan kelapa. Pada tempat yang digunakan bagi perletakan fondasi bangunan, beberapa pohon kelapa ditebang. Sementara, pada bagian tanah yang lain, pohon-pohon itu masih dibiarkan tegak menjulang.

Tiga Ruang Kelas

Lokasi proyek merupakan tanah berbukit yang memerlukan penanganan khusus. Untuk mengatasi perbedaan kontur tanah, pelaksana proyek menggunakan teknik terasering. Sebelum pembangunan gedung dilakukan, sisi bukit yang akan digunakan dikepras dan diratakan.

''Perbedaan elevasi antara tanah yang berada di tepi jalan masuk dan di puncak bukit cukup tinggi, 98 mdpl-118 mdpl. Jadi, ada perbedaan ketinggian 20 m,'' kata Radius WB, konsultan lapangan Aristareka Construction Management, yang menangani proyek itu.

Gedung yang dibangun meliputi tiga ruang kelas, ruang administrasi/kantor, perpustakaan, serta kantor koperasi dan gudang. Sebagai sarana penunjang, dibangun pula kantin, musala, serta kamar mandi dan WC. ''Tepat di pintu masuk akan dibangun gapura lengkap dengan gerbangnya. Sementara, di sekeliling lokasi sekolah akan dibangun pagar kawat berduri.''

Radius menjelaskan, bangunan SMPN 41 nanti berlantai keramik, beratap beton, serta berkusen dan berpintu bengkirai. ''Khusus untuk pintu, kami akan upayakan ada peningkatan kualitas menjadi kayu jati.'' (amp,wid-89)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA