logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 30 September 2004 SEMARANG
Line

Pemuda Babak Belur Diinjak-injak

SEMARANG-Prayogo (20), warga Kampung Kebonharjo RT 5 RW 9, Tanjung Mas babak belur, karena dipukuli dan diinjak-injak Mintubi (36), tetangganya. Didampingi ibunya, Seniwati (50), Prayogo melaporkan kasus itu ke aparat Polsek Semarang Utara, Rabu (29/9).

Mintubi yang ditangkap siang itu, mengelak telah menganiaya korban. Bahkan dia mengaku menolong korban, karena korban mengalami luka-luka setelah berkelahi dengan seorang temannya bernama Agus.

''Saat itu, dia (Prayogo-red) malah saya tolong. Kepalanya saya usap-usap dengan air biar sadar. Sebab saat itu Prayogo juga dalam keadaan mabuk.''

Meski begitu, polisi tidak percaya atas pengakuan itu. Hingga kemarin, dia diperiksa secara intensif atas sangkaan Prayogo. Karena luka-lukanya di mata dan pelipis, Prayoga sempat dilarikan ke RS Pantiwilasa.

Korban menuturkan, peristiwa itu bermula ketika dia sedang di rumah kakaknya di RT 6 RW 6, Selasa (28/9). Di depan tempat permainan Biliar sekitar kampung, dia melihat temannya Dodok, sedang berkelahi dengan Mintubi, pukul 16.00.

Dia berniat melerai pertengkaran itu. Oleh korban, Dodok diminta agar segera pulang. Namun upaya itu ditanggapi lain. Mintubi yang dalam keadaan mabuk, marah dan memukuli korban hingga terjatuh.

''Ketika saya terjatuh, kepala saya dinjak-injak. Saat itu saya langsung tidak sadar. Sepeda yang saya naiki, ditinggal di lokasi kejadian. Hingga sekarang sepeda itu belum ketemu,'' katanya. (G5-64)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA