| Kamis, 30 September 2004 | SEMARANG |
Buru Teroris ke Kampung-kampungRT/RW Diminta Cek Kontrakan dan KosSEMARANG UTARA -Upaya perburuan pelaku teror bom, Dr Azahari, Noordin Mohd Top, dan Dulmatin, telah merambah ke seluruh pelosok kampung Kota Semarang, termasuk di wilayah Semarang Utara. Poster pun disebar oleh petugas Babinkamtibmas, yang dibantu sejumlah perangkat kelurahan. Ribuan poster bergambar para teroris itu ditempelkan di tempat yang orang-orang biasa berkumpul, seperti pos keamanan lingkungan, sudut-sudut kampung, dan sejumlah tempat pelayanan masyarakat. Secara simbolis penempelan poster dilakukan pejabat Muspika Semarang Utara di dua stasiun, yakni Stasiun Poncol dan Tawang, Rabu (29/9). Hadir dalam kegiatan itu Camat Surachman, Wakapolsek Iptu Suwarno HS, dan Komandan Rayon Militer (Danramil) Kapten (Inf) Suparno. Sosialisasi Camat Surachman mengatakan, kegiatan yang merupakan kerja sama dengan jajaran Polwiltabes Semarang itu sebagai langkah sosialisasi wajah para teroris di tengah masyarakat. Bila ada yang mengetahui para buron itu, diharap menginformasikan kepada aparat kepolisian atau menangkapnya. ''Hal itu merupakan salah satu tanggung jawab masyarakat dalam berpartisipasi mempertahankan keamanan negara,'' kata Surachman usai kegiatan. Lebih lanjut dia menekankan kepada ketua rukun tetangga (RT) atau ketua rukun warga (RW) untuk mendata ulang warganya yang berstatus mengontrak atau kos di wilayah masing-masing. Kontrak dan Kos Warga yang kos atau kontrak, lanjutnya, didata dalam buku administrasi RT/RW. Selain itu, warga yang berstatus pendatang harus melengkapi diri dengan surat boro. Warga yang kos hendaknya melampirkan KTP asli. ''Warga pindahan sebaiknya melengkapi surat pindah dari daerah asal. Ini salah satu antisipasi masuknya para buron teror bom di wilayah Kecamatan Semarang Utara,'' katanya. Surachman mengatakan, di wilayahnya terdapat 3.000 lebih unit rumah yang dikontrakkan dan dikoskan. Rumah-rumah itu pada umumnya di sekitar Pelabuhan Tanjung Emas, seperti Kelurahan Tanjung Emas, Kuningan, atau Bandarharjo. Kapolres Semarang Timur AKBP Drs Juhartana MSi didampingi Wakapolsek Semarang Utara Iptu Suwarno HS menambahkan, langkah itu sebagai upaya mempersempit ruang gerak para teroris di wilayah hukumnya. Warga yang tahu keberadaan tersangka bisa menghubungi sejumlah nomor telepon yang tertera pada poster atau menghubungi nomor handphone 08122939117. ''Warga yang memberikan laporan akurat, sehingga pelaku bisa ditangkap, akan mendapat hadiah dari pimpinan Polri Rp 1 miliar,'' katanya.(G5-73t) |