| Kamis, 30 September 2004 | SEMARANG |
Mengikis Logat JawaTANTANGAN seorang guru bahasa Inggris bukan hanya masalah grammar/tata bahasa dan vocabulary/kosa kata, namun juga bagaimana mengikis logat Jawa yang kental dari lidah seseorang. "Karena itu, dibutuhkan seorang pengajar yang memiliki latar belakang linguistik dan menguasai ilmu fonetik (ilmu yang mengajarkan cara memproduksi bunyi), bukan sekadar dapat berbahasa Inggris," kata Fransisca Etty, pimpinan Exclusive English& Style Semarang. Di sekolahnya, sistem pengajaran diterapkan dengan memadukan peran guru lokal dan native speaker/penutur asli. Guru lokal memfokuskan pada penguasaan tata bahasa, struktur bahasa, dan lafal. Sedangkan penutur asli berperan menumbuhkan kepercayaan diri, memperkaya perbendaharaan kata, sekaligus menjadi sampel faktual. Menurut dia, belajar bahasa Inggris sebaiknya pada usia 6 tahun. ''Itu adalah usia ideal untuk mulai belajar bahasa Inggris, karena bila terlalu dini justru akan mengacaukan bahasa ibu," jawabnya. Sebaliknya, memulai belajar bahasa kedua pada usia di atas 25 tahun pada umumnya hanya akan mencapai kemampuan berkomunikasi, tetapi tidak mengubah logat. "Tentu lebih sempurna bila dapat berbahasa Inggris dengan western accent lebih sedap didengar dan memberikan image tersendiri," tambahnya. Pengembangan Citra Selepas dari SMU Kolose Loyola, Fransisca mengaku langsung bekerja sambil kuliah. Pada usianya yang masih muda (19), dia telah menjabat sebagai Public Relation Hotel Patra Jasa. Sadar bahwa kecantikan lahiriah perlu ditopang dengan keluwesan, dia memutuskan untuk bergabung dengan Titik Qadarsih Modelling. Kerinduan berwiraswasta mendorongnya meninggalkan posisi yang strategis, Sales&Public Relations Manager Hotel Graha Santika. Ditunjang dengan pengalaman kerja dan studi, bersama sejumlah praktisi public speaking, presenter model dan ahli kecantikan, dia meramu program pengembangan citra. Institusinya telah mendapat kepercayaan menangani berbagai pelatihan di banyak perusahaan swasta dan pemerintah dari beragam usaha, mulai dari bank, surat kabar, salon, pabrik, bahkan sejumlah perusahaan penerbangan. (Hernandhono-84t) |