logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 30 September 2004 SEMARANG
Line

PKL Dugder Tetap di Kota Lama

  • Pengurus GBIP Keberatan

BALAI KOTA - Lokasi berjualan bagi pedagang kaki lima (PKL) dugder, diputuskan di tiga tempat. Yakni di Kota Lama, Jalan Agus Salim, dan Alun-alun. Di sepanjang Jalan Pemuda, mulai dari depan Hotel Metro sampai Jembatan Kali Berok (Kali Semarang), sama sekali dilarang dipakai untuk PKL.

Keputusan itu diambil dalam rapat gabungan yang diikuti Dinas Pasar, Camat Semarang Utara, Camat Semarang Tengah, Camat Semarang Timur, dan Polwiltabes. Hadir pula pada rapat di Kantor Dinas Pasar itu, perwakilan pedagang dari undur PPJP (Persatuan Pedagang Jasa Pasar), Himppys (Himpunan Pedagang Pasar Yaik Semarang), dan PPJ (Persatuan Pedagang Jasa).

Kepala Dinas Pasar Kota Semarang, Agung Prijo Anggoro Budi Raharjo SH MSi, Rabu (29/9) menuturkan, keputusan itu disepakati semua pihak yang hadir pada rapat tersebut. Perwakilan pedagang juga menyatakan menerima penempatan lokasi jualan di tiga tempat itu.

Dia menjelaskan, lahan PKL dugder di kawasan Kota Lama menempati jalan-jalan di lingkungan kawasan itu. Lokasinya mulai dari sekitar Gereja Blenduk, Taman Srigunting, sampai ke Kolam Retensi Polder Tawang.

Lokasi lain untuk PKL dugder adalah Jl Agus Salim. Pada ruas jalan tersebut, PKL akan ditempatkan mulai dari samping Hotel Metro sampai jembatan Kali Semarang (dekat bekas gedung Matahari). PKL juga diperbolehkan menempati depan Jalan Alun-alun. ''Akan tetapi, di setiap tempat itu ada pembatasan jenis jualan,'' ungkapnya.

Lokasi di Alun-alun, diperuntukkan bagi PKL yang menjual perlengkapan ibadah, warak, dan barang-barang khas dugder. Mereka akan memperoleh prioritas khusus, antara lain harga sewa tempat dasaran murah.

Kota Lama

Sementara itu di kawasan Kota Lama, diprioritaskan untuk tempat hiburan, permainan, serta pedagang makanan dan minuman. Permainan di lokasi itu antara lain kincir, tong stand, dan komedi putar. Dengan diputuskannya lokasi jualan para PKL di Kota Lama, maka sepanjang Jl Letjen Suprapto, Jl Pemuda, Jl Kolonel Sugiono, dan Jl Imam Bonjol bebas dari PKL.

Saat ditanya tentang PKL dugder yang sudah menempati Jl Koloenel Sugiono, dia menyatakan akan melakukan pendekatan kepada mereka. Pedagang akan diminta untuk memindah lokasi jualannya ke lokasi-lokasi yang telah diputuskan Pemkot.

''Depan Kantor Pos tidak lagi dipakai jualan PKL. Itu berbeda dengan tahun sebelumnya, yang masih membolehkan tempat itu untuk jualan,'' tuturnya.

Rapat tersebut berjalan lancar, dan hanya berlangsung satu jam. Ketua PPJP, H Suwanto tidak keberatan terhadap penempatan itu. Pertemuan juga dihadiri Kasatlantas Polwiltabes AKBP Imam Basuki.

Keberatan

Pengurus Gereja Pantekosta Indonesia Barat (GBIP) ''Immanuel'' atau yang lebih dikenal dengan sebutan Gereja Blenduk menilai penempatan pedagang kaki lima (PKL) dugder di kawasan Kota Lama tidak tepat. Kebijakan itu bisa menimbulkan berbagai dampak negatif, termasuk mengganggu umat Kristiani yang akan beribadah di gereja itu. Penjelasan itu disampaikan Ketua Komisi Pemeliharaan Gereja Blenduk Ir Franky Pattynama, Rabu (29/9). Dia mengemukakan, lokasi PKL dugder di sekitar Geraja Blenduk bisa menimbulkan berbagai persoalan.

Keramaian pada kegiatan itu bisa mengganggu pelaksanaan ibadah yang diselenggarakan setiap Senin, Kamis, Jumat, Sabtu, dan Minggu. Sementara umat Kristiani yang beribadah di gereja tersebut tidak ingin kegiatan mereka terganggu keramaian. ''Tahun lalu kami sudah sangat khawatir, ketika Pemkot memetak lahan untuk PKL di sekitar gereja. Untunglah pedagang tidak ada yang mau menempati lokasi itu,'' kata dia.

Penempatan PKL dugder di kawasan Kota Lama juga bisa menimbulkan kemacetan lalu lintas. Hal itu tentu akan mengganggu aktivitas warga dan perkantoran di kawasan itu. Selain itu, umat Kristiani juga akan kesulitan untuk menuju Gereja Blenduk.

Pada umumnya PKL dugder berasal dari luar kota, dan mereka akan tinggal selama berhari-hari di kawasan itu. Sementara sampai saat ini Pemkot tidak menyediakan sarana kebersihan yang memadai, termasuk MCK.

Dia khawatir hal itu akan menyebabkan kawasan tersebut, termasuk di sekitar Gereja Blenduk, menjadi kotor. Selain itu, Taman Srigunting dan taman-taman di sekitarnya bisa rusak.

Dia mengingatkan, tahun 2003 gereja itu baru saja direnovasi dengan menggunakan dana dari para jemaatnya. Pihak gereja juga ikut merawat taman di sekitar tempat ibadah itu, termasuk Taman Srigunting.''Sayang kalau taman itu sampai rusak.'' (G17,G6-73a,t)

Lokasi PKL Dugder

1. Jalan Agus Salim (dari samping bekas Matahari ke Jembatan Kali Semarang)

2. Jalan Alun-alun barat

3. Kawasan Kota Lama (dari Taman Srigunting ke arah utara sampai kolam retensi Tawang)

Wilayah Larangan PKL

1. Jalan Letjen Suprapto

2. Jalan Pemuda

3. Jalan Kolonel Sugiyono

4. Jalan Imam Bonjol

(Sumber : Dinas Pasar Kota Semarang)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA