| Kamis, 30 September 2004 | KEDU & DIY |
TNI dan Sarjana Dilatih BertaniTEMANGGUNG-Sebanyak 24 anggota TNI dari Kodam IV/Diponegoro dan 50 sarjana pertanian dari enam PTN mengikuti pelatihan pertanian di Balai Pemberdayaan Sumber Daya Pertanian (BPSDP) Soropadan sejak 14 September lalu. Peserta dari Kodam mengikuti pelatihan guna membekali diri dengan keterampilan menjelang masa pensiun. Anggota TNI dari Korem 071 Purwokerto, 072 Yogyakarta, 073 Salatiga, dan 074 Surakarta tersebut mengakhiri kegiatan pelatihan hari ini dan mengadakan acara penutupan pada Kamis besok. Ketua panitia pelatihan untuk peserta dari Kodam, Ir Suyanto, kemarin mengatakan, pelatihan itu bertujuan memberikan bekal yang bermanfaat setelah purnatugas. Materi yang diberikan meliputi pengetahuan pertanian tanaman pangan, hortikultura, peternakan, perikanan, perkebunan, dan pengolahan hasil. Dengan porsi pembelajaran 90% praktik dan 10% teori, kata Suyanto, pelatihan di BPSDP diminati oleh tentara menjelang masa pensiun. Hal itu terbukti sejak 1998, rata-rata 25 anggota Kodam setiap tahun diikutkan pelatihan di tempat tersebut. Kopka Jumadi, seorang peserta pelatihan mengungkapkan, materi yang diberikan dalam pelatihan tersebut memang dia butuhkan. ''Dengan bekal pengetahuan dari sini, saya berencana menekuni usaha ternak sapi potong di rumah saya di Salatiga,'' ujar tentara yang dua tahun lagi pensiun itu. Terpisah dari pelatihan yang dijalani para tentara, 50 sarjana pertanian yang lulus pada 1998-2003 dari UGM, Unsoed, UNS, IPB, Unibraw, dan Universitas Halu Uleo mendapatkan sebagian besar materi pelatihan di dalam kelas. Pelatihan bagi para sarjana itu akan berlangsung dua bulan. Setelah itu, peserta akan diikutkan magang di perusahaan. ''Pelatihan ini merupakan retooling atau pembekalan ulang bagi para sarjana yang belum berkesempatan mendapatkan pekerjaan,'' ungkap ketua panitia pelatihan sarjana, Ir Kristiyo Sumarwono. Materi yang diberikan tidak terbatas pada pengetahuan pertanian, tapi juga mengenai teknologi informasi, bahasa Inggris, dan manajemen. Lamaran Kerja Hal yang unik dari pelatihan sarjana ini adalah peserta dipacu untuk membuat surat lamaran kerja berdasar atas informasi lowongan yang mereka baca di koran setiap hari. Seandainya ada panggilan wawancara, peserta diizinkan mangkir dari pelajaran. Lebih dari itu, jika mereka diterima kerja sebelum pelatihan berakhir, mereka boleh meninggalkan BPSDP. ''Kami mendorong mereka agar tetap bersemangat melamar kerja. Kami berharap, berakhirnya program ini berarti berakhir pula masa menganggur mereka,'' tutur Kristiyono. Para lulusan fakultas pertanian yang mengikuti program tersebut merupakan hasil seleksi yang diadakan PT Multi Area Konindo (Makon) bekerja sama dengan Dirjen Dikti Depdiknas dan BPSDP Soropadan. Selain di Soropadan, retooling juga diadakan di Universitas Andalas, IPB, dan Unibraw. BPSDP ini adalah kesempatan kerja sama yang pertama dengan PT Makon dan Dikti. Peserta pelatihan baik tentara maupun sarjana menunjukkan keseriusan dalam belajar. Bapak-bapak yang hampir pensiun itu selalu mengajukan pertanyaan dengan antusias tentang bahan ajar yang diberikan para staf widya iswara BPSDP. Para sarjana pertanian yang berada di ruang lain juga sangat mencermati setiap ucapan pelatih. (tw-76e) |