| Kamis, 30 September 2004 | KEDU & DIY |
Pembangunan Gedung FH Dilanjutkan OktoberYOGYAKARTA - Pembangunan gedung baru Fakultas Hukum UGM Yogyakarta tidak terhenti begitu saja, tapi saat ini sedang menunggu pertanggungjawaban pelaksana terdahulu. Setelah itu akan dilanjutkan paling lambat pada pertengahan Oktober nanti. Hal itu dijelaskan oleh Wakil Rektor Senior Bidang Administrasi Prof Dr Marwan Asri SW MBA sekaligus sebagai jawaban atas tuntutan para mahasiswa Fakultas Hukum yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Fakultas Hukum (Ampuh) UGM yang berunjuk rasa sehari sebelumnya (SM, 29/9). Menurut Prof Marwan Asri, Rektor UGM pada 2 Maret 2004 memang pernah menjanjikan gedung baru tersebut dapat digunakan setelah 31 Agustus 2004. Namun, terpaksa penggunaannya mundur dari jadwal karena menunggu pertanggungjawaban pelaksana terdahulu. Pada waktu itu pembangunan gedung baru tersebut ditangani sendiri oleh Fakultas Hukum. Ternyata ada kendala finansial, sehingga pembangunan jalan di tempat. Karena itu, pembangunan selanjutnya diambil alih oleh universitas. Untuk melanjutkannya, universitas harus meminta pertangungjawaban dari pengelola lama. Hal itu memerlukan audit teknis yang ternyata membutuhkan waktu cukup lama dan hingga sekarang belum selesai. ''Karena itu, diperkirakan pada pertengahan Oktober 2004 bisa dilanjutkan lagi. Dekan Fakultas Hukum tampaknya belum memberikan informasi ini kepada mahasiswa.'' Sementara itu, Asisten Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Eddy Hiariej SH menginformasikan, memang sejak dahulu Fakultas Hukum hanya mempunyai satu ruang kuliah I, sedangkan ruang E, F, dan G adalah gedung kuliah umum. Namun, hal itu bukan berarti Fakultas Hukum di anaktirikan oleh UGM. Tak Ada Gunanya Pada kesempatan itu, Prof Marwan Asri menyatakan, tidak ada gunanya para mahasiswa melakukan mogok kuliah ataupun berdemonstrasi. Dia mengimbau agar semua pihak bersama-sama melanjutkan pembangunan agar gedung tersebut segera dapat digunakan. Menjawab pertanyaan mengenai sakitnya Rektor UGM seperti yang dikatakan oleh para mahasiswa ketika berdemo kemarin, Prof Marwan Asri mengatakan, memang benar Rektor sedang sakit. Karena itu, tim negosiator mahasiswa pada saat berdemo itu hanya ditemui oleh Prof Dr Marwan Asri SW MBA dan Dr Marsudi Triatmaja SH (bukan Marzuki, SM, 29/9). Namun, mahasiswa tidak mau menemuinya. Mereka menyatakan hanya mau bertemu dengan Rektor UGM, sehingga penjelasan tersebut tidak dapat disampaikan kepada mereka. (P12-76e) |