logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 30 September 2004 BUDAYA
Line

Artis ibarat Pendar Lampu

MARAKNYA artis ikut tampil dalam pementasan teater hendaknya bisa memberikan sesuatu yang plus buat teater yang diikutinya. Paling tidak, begitulah harapan Ratna Riantiarno, manajer sekaligus pentolan Teater Koma.

"Misalnya, si artis kan banyak tercover oleh media. Dia bisa menceritakan aktivitasnya bersama teater A, teater B, dan sebagainya. Dengan begitu, nama teater turut terangkat ke media," kata Ratna seusai berbicara dalam seminar DKJT di Semarang, Senin (27/9).

Menurut dramawati kelahiran Manado 23 April 1952 tersebut, bagi banyak teater keberadaan artis terkenal amat membantu kesuksesan pementasan. Ibarat pendar lampu bagi serangga malam, artis merupakan magnet penyedot penonton. Di sisi lain, bagi si artis, turut terlibat dalam pementasan teater merupakan kesempatan menunjukkan kualitasnya dalam seni peran. "Mungkin para artis yang baru ingin menunjukkan bahwa mereka memiliki kualitas plus. Mereka mampu tampil dalam pertunjukan live," ujar ibu tiga putra ini.

Apakah main teater juga untuk meningkatkan nilai? "Ya. Sebab, dalam film atau sinetron mereka bisa cut, ulang, dan sebagainya. Kalau di teater kan tidak."

Jika artis hendak bergabung dalam penentasan Teater Koma, Ratna memberikan persyaratan tegas. Artis tersebut harus mau mengikuti proses latihan, bukan hanya ikut pementasannya saja. "Apa artinya, kalau mereka ikut pentas tapi latihan bolong-bolong," tukasnya. (Achiar MP- 63)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA