logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 30 September 2004 BANYUMAS
Line

Lengger Banyumasan dalam Berbagai Ekspresi

KEGIATAN melukis bersama di Vie Art Shop Jalan Suparto 4, Purwosari, Purwokerto, Minggu (26/9), terasa lain dari kegiatan serupa sebelumnya. Pada acara yang sudah-sudah, kata ketua panitia yang juga pelukis, Cipto Pratomo, hanya diikuti pelukis senior. Namun kali ini panitia melibatkan pelukis yang baru belajar. Bahkan ada pula yang masih anak-anak.

Hari itu, sejak pagi sampai menjelang senja 28 pelukis dari berbagai aliran, usia, dan jam terbang melukis bersama. Objek lukisan adalah penari lengger banyumasan yang menari diiringi musik calung.

Cipto menuturkan acara itu diselenggarakan Komunitas Gendhu-gendhu Rasa Purwokerto. Ketika melukis bersama semua pelukis, termasuk anak-anak, dibiarkan bebas berekspresi.

Penari lengger pun tampil dalam berbagai ekspresi dalam kanvas para pelukis itu. Pembina hanya bertindak sebagai motivator.

''Hasilnya, karya anak-anak malah lebih jos. Contohnya Mila. Dia sangat ekspresionis. Dengan melukis bersama, ekspresi anak pun keluar,'' katanya.

Grogi

Melukis bersama, kata dia, bagi pelukis senior tak jadi masalah. Akan tetapi pelukis yang baru belajar tampak grogi. Mungkin mereka baru sekali melukis ditonton banyak orang. Biasanya dalam kegiatan melukis bersama tidak ditonton warga masyarakat.

Saat itu ada yang memotret dulu penari lengger, baru menuangkan dalam kanvas. Beberapa pelukis pemula, seperti Semeru, Alisha, Jonathan, dan Mila, menangkap sisi-sisi menarik pementasan lengger dengan gaya masing-masing.

Pelukis senior seperti Panggih dan Agus membuat puluhan sketsa tarian lengger. ''Kami menampilkan lengger agar budaya lokal ini diabadikan dalam kanvas, baik oleh pelukis tua maupun muda,'' ujar Panggih, yang juga arsitek.

Bagaimana kesan anak-anak? ''Saya senang melukis di sini. Saya bisa belajar dari pelukis senior,'' ujar Mila.

Bagi seniman lain, seperti Semeru, kegiatan itu merupakan pengalaman berharga. ''Baru kali ini saya mengambil objek lukisan dari pementasan lengger.''

Pemilik galeri itu, Deviarti, menyatakan sengaja mendatangkan seniman lengger. Dalam acara itu, dengan sekali melihat penonton disuguhi beberapa jenis kesenian, yaitu seni tari lengger, musik calung, dan seni lukis.

Deviarti bertekad mengadakan kegiatan seni setiap bulan agar kesenian di Purwokerto hidup dan seniman pun bersemangat. Menurut pengamatan dia, animo masyarakat kota keripik itu terhadap kegiatan seni besar. (Budi Hartono, Khoerudin Islam-86)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA