logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 27 September 2004 MURIA
Line

Usulan UMK Kudus Tahun 2005 Rp 497.000

KUDUS-Berapa besar upah minimum kabupaten (UMK) yang akan diusulkan ke Komisi Pengupahan Provinsi Jawa Tengah untuk tahun 2005 belum ada kepastian.

''Kami memang baru mengadakan rapat tripartit bersama Disnaketrans dan pengurus Apindo. Namun, belum ada kesepakatan final. Yang jelas, diharapkan upah 2005 naik 10%-15% dari UMK 2004,'' ucap Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia H Moh As'ad, kemarin.

Komisi Pengupahan Provinsi Jawa Tengah mengagendakan pada akhir September 2004 sudah ada usulan dari seluruh kabupaten.

Dalam rapat tripartit Sabtu lalu, dari KSPSI hadir H Moh As'ad, Hadi Sutyono, H Chayat Sanusi, Sutarwi, Hadi Mulyo, dan Wiyono SH. Sementara itu, Apindo diwakili Hasan Aoni, Bambang S, dan A Subroto serta dari Disnakertrans hadir Drs H Piet Abdullah (Kepala) bersama staf.

Meningkat

Menurut Moh As'ad, besar UMK Kudus dalam kurun tujuh tahun terakhir selalu naik. Sebagai contoh, ujar dia, UMR/UMK 1999 Rp 153.000, UMR 2000 Rp 185.000, 2001 Rp 244.500 dan naik lagi menjadi Rp 252.000, 2002 Rp 336.250, 2003 Rp 384.000, dan 2004 naik menjadi Rp 417.000.

''Ini besar UMK. Adapun upah sektoral akan lebih tinggi sekitar 5%,'' jelasnya. Sebagai contoh, upah di sektor rokok pada 1999 Rp 190.000, 2000 Rp 222.000, 2001 Rp 270.000 dan naik lagi menjadi Rp 303.750, 2002 Rp 345.000, 2003 Rp 405.000, dan upah 2004 Rp 438.000/bulan.

Diungkapkan, dalam rapat tersebut sudah ada gambaran prediksi berapa UMK Kudus yang akan diusulkan ke provinsi. Penetapan besar UMK tidak hanya didasarkan pada kemampuan pengusaha. Tapi juga mengacu hasil rekapitulasi kebutuhan hidup minumum dengan mengadakan survei dari 12 pasar yang ada di Kudus. Pasar yang disurvei meliputi Pasar Kliwon, Wergu, Bitingan, Jember, Barongan, Doro, Brayung, Jekulo, Ngablak, Mijen Besito, dan Dawe. Dari hasil tersebut, nilai rata-rata kebutuhan hidup minimum sampai September 2004 Rp 458.871. Angka tersebut sampai Desember diprediksikan akan naik hingga Rp 471.000.

Dari angka tersebut, ditambah dengan memperhatikan tingkat inflasi (5,59%) seperti yang dijelaskan Biro Statsistik, maka diperoleh UMK Kudus yang akan diusulkan ke Provinsi Jateng Rp 497.000.

Dari pengalaman tahun-tahun yang lalu, As'ad menyebutkan, pihaknya selalu tidak puas dengan penentuan UMK yang diputuskan provinsi. ''Biasanya selalu dibawah usulan yang kami ajukan. Kenyataannya memang demikian,'' tandasnya. Dengan prediksi angka tersebut, dia berharap, Apindo bisa menyetujuinya untuk diusulkan ke Jawa Tengah. ''Jadi besar UMK belum final, masih bisa berubah,'' ujarnya. (P7-90e)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA