logo SUARA MERDEKA
Line
Minggu, 26 September 2004 NASIONAL
Line

Usai Sudah Derita Sukma Ayu

  • Jenazahnya Dimakamkan Hari Ini

KENANGAN MANIS: Artis Sukma Ayu ketika masih sehat foto bersama ibunya, artis Nani Wijaya. Bintang sinetron Kecil-kecil Jadi Manten itu kemarin meninggal dunia pukul 13.45 karena gagal jantung. Sukma sempat mengalami koma selama lima setengah bulan di RS Medistra, Jakarta, akibat perdarahan sub-arachnoid spontan karena pecahnya aneurisma.(79)

JAKARTA-Sukma Ayu meninggal karena gagal jantung, Sabtu kemarin, pukul 13.45, sehari setelah dibawa pulang dari RS Medistra, tempatnya dirawat sejak lebih dari 5 bulan lalu, tepatnya 9 April. Sebenarnya kondisi putri bungsu Nani Wijaya dan Misbach Yusa Biran itu sudah sangat kritis sejak pukul 09.30.

Sepuluh menit sejak kondisi kritis itu, sejumlah wartawan sudah menerima kabar kematian pemeran Rohaye di sinetron Kecil-Kecil Jadi Manten itu. Melalui pesan pendek, Sukma dikabarkan telah meninggal. Namun, meski sangat kritis, keluarga belum mau menerima begitu saja bahwa Sukma sudah meninggal.

Setelah alat electrocardiogram (EKG) didatangkan dan kondisi jantung Sukma Ayu diperiksa, akhirnya diperoleh kepastian bahwa Sukma sudah meninggal. ''Sejak pukul 09.30 memang kondisi Sukma Ayu sangat drop. Tekanan darahnya turun drastis. Sebagai dokter keluarga, saya kemudian memeriksanya. Tetapi pemeriksaan secara manual tidak dimungkinkan dan harus didatangkan alat untuk memonitor kondisi jantungnya,'' tutur dr Suparman di rumah duka, Jl Taman Besakih 17 Perumahan Bukit Sentul Bogor.

Dia menyatakan, setelah diperiksa dengan alat khusus ternyata memang tidak ada lagi grafik. Yang ada adalah garis lurus yang menandakan Sukma sudah meninggal. Dokter keluarga Nani Wijaya itu pun memastikan, Sukma Ayu meninggal karena gagal jantung.

Pihak keluarga semula berencana memakamkan jenazah Sukma di TPU Batu Tapak, Ciomas, Bogor, sore kemarin. Namun rencana itu dimundurkan karena Tita, kakak almarhumah, sore itu masih belum tiba dari Bandung. Sukma akan dimakamkan Minggu ini (26/9) pukul 09.00 WIB.

Sukma mengalami koma setelah pada 9 April lalu kecelakaan kecil di Kafe Blowfish. Di kafe itu, Sukma bersama beberapa rekan artis sedang menikmati akhir pekan bersama. Menjelang tengah malam, Sukma Ayu terjatuh, gelas yang dipegangnya pun pecah berantakan. Akibatnya, lengan kanannya robek sepanjang 5 cm.

Gadis itu kemudian dibawa ke rumah sakit MMC. Setelah menjalani pemeriksaan seperlunya, Sukma dipindahkan ke RS Medistra karena di RS MMC tidak tersedia kamar VVIP seperti yang diminta Sukma.

Di RS Medistra, Sukma segera menjalani pemeriksaan ulang dan diputuskan untuk dilakukan operasi menjahit lengan Sukma yang sobek. Dokter kemudian memeriksa apakah ada saraf lengan kanannya yang putus.

Karena itu, dilakukan robekan lagi hingga sepanjang 10 cm. Ternyata setelah diperiksa, terdapat saraf yang putus, sehingga tindakan operasi yang akan dilakukan pun menyesuaikan kondisinya saat itu.

Meski luka Sukma Ayu hanya kecil, menurut dokter yang menanganinya, harus dibius total mengingat berbagai kemungkinan yang terjadi. Pagi sekitar pukul 09.00, Sukma mulai tersadar dari pengaruh anestesi. Dia kemudian meminta perawat untuk memasangkan wig-nya yang terpaksa dilepas sepanjang operasi.

Namun, tidak lama kemudian, kondisi Sukma Ayu terus menurun. Gadis itu mengeluh sakit kepala yang luar biasa. Setelah dokter memberikannya obat penenang, kondisinya mulai stabil. Namun ketika akan dibawa ke ruang perawatan, tiba-tiba Sukma Ayu koma. Dia tak sadarkan diri hingga saat meninggal Sabtu kemarin.

Banyak Simpati

Kondisi Sukma yang terus-menerus koma itu mengundang banyak simpati, baik dari sesama artis maupun penggemarnya dari seluruh Tanah Air. Wujud rasa simpati itu antara lain berupa sumbangan dana yang terus mengalir bagi keperluan perawatan di rumah sakit.

Sejumlah paranormal juga datang dan ingin membantu kesembuhan Sukma. Namun belakangan keluarga tidak lagi mengizinkan paranormal itu melakukan usahanya untuk membantu kesembuhan Sukma.

''Keluarga sangat berterima kasih atas perhatian semuanya, termasuk paranormal yang berusaha membantu kesembuhan Sukma. Namun untuk saat ini, keluarga merasa bantuan dari paranormal itu sudah cukup,'' tutur Cahya Kamila, kakak Sukma, waktu itu.

Sejak itu kondisi Sukma tidak banyak berubah. Kesadarannya tetap ada di level 3, sementara fungsi organ tubuh dan otaknya pun mengalami gangguan, karena kondisinya yang memburuk. Tubuh Sukma sempat membengkak dan juga menguning.

Meskipun dikabarkan anggota tubuh Sukma sempat mampu digerakkan, toh itu tidak membawa perkembangan yang berarti. Sebenarnya sejak saat itu hidup Sukma memang hanya tinggal tergantung pada mesin.

Setelah gegap-gempita pemberitaan mengenai kondisi Sukma Ayu itu mereda, bukan berarti sumbangan dana juga terhenti, meskipun alirannya tidak lagi sederas sebelumnya. Ini membuat keluarga pun mulai merasakan beratnya biaya rumah sakit.

Menurut keterangan, biaya rumah sakit Sukma Ayu sudah mencapai angka Rp 4 miliar. Setiap hari biaya yang harus dikeluarkan mencapai Rp 15-20 juta, termasuk dokter dan obat-obatan. Itu berarti setiap bulan biayanya mencapai Rp 450 juta.

Meskipun sempat beredar kabar keluarga Sukma sudah sampai habis-habisan dalam mengeluarkan biaya, hal itu sempat dibantah. Kabar yang beredar, Nani Wijaya sampai harus menjual rumahnya untuk biaya perawatan putri tercintanya itu.

Tetapi kenyataannya hal itu tidak terjadi. Artinya, keluarga Sukma Ayu belum sampai habis-habisan dalam membiayai perawatannya. Tetapi tampaknya masalah biaya itu pula yang kemudian menjadi pertimbangan keluarga untuk membawa Sukma pulang dan dirawat di rumah.

''Keluarganya memang sempat mendesak tim dokter untuk mengizinkan membawa pulang dan merawat Sukma di rumah saja. Pertimbangannya supaya Sukma merasakan kehangatan suasana rumah, di samping karena masalah finansial. Tim dokter sama sekali tidak merekomendasikan pasien ICU dibawa pulang. Tetapi karena desakan keluarga, akhirnya kami mengizinkan,'' terang dr Salim Haris yang selama ini merawat Sukma di RS Medistra.

Sejak itu keluarga Sukma mulai mempersiapkan sebuah ruangan khusus untuk Sukma. Sebuah kamar direnovasi, sehingga menyerupai ruang ICU di sebuah rumah sakit. Begitu pula dengan berbagai peralatan bagi pasien ICU.

Meskipun ada ventilator dan berbagai peralatan lain, dr Salim Haris tidak melihat ada pengukur tekanan darah. ''Saya tidak melihat ada monitor pengukur tekanan darah, karena tekanan darahnya diukur secara manual,'' katanya.

Semula jadwal kepulangan Sukma Ayu adalah pertengahan September lalu. Namun, karena masih ada beberapa peralatan yang belum lengkap, Sukma akhirnya baru bisa dibawa pulang Jumat (24/9) lalu pukul 23.00. Dipilihnya malam hari karena Sukma memang tidak bisa di luar tanpa bantuan ventilator lebih dari 30 menit. Mengingat kemacetan Kota Jakarta, dipilihlah malam hari agar Sukma bisa sampai di rumah tidak lebih dari 30 menit perjalanan.

Ketika tiba di rumah, kondisi Sukma memang masih stabil. Peralatan yang sudah disiapkan pun segera dipasangkan kembali ke tubuhnya. Namun kondisi yang stabil itu tak bertahan lama. Pagi harinya, kondisi Sukma Ayu kritis. Tekanan darahnya pun terus menurun. Dia kemudian meninggal pukul 13.45. (tn-81t)


Berita Utama | Bincang - Bincang | Semarang | Karikatur | Olahraga
Liputan Pemilu | Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA