|
|
-- Kemarin kita dikejutkan berita tentang anak-anak sekolah yang merampok.
Sebelumnya dalam beberapa bulan yang lalu, sejumlah anak meninggal secara
mengenaskan karena bunuh diri. Pertanyaan yang kemudian mengemuka, ada
apa dengan anak-anak kita sekarang? Dari pengakuan para tersangka perampokan
itu terungkap, sebagian besar dari mereka datang dari keluarga broken.
Mereka tak lagi pernah bertemu dengan ayahnya dan hidup dengan segala keterbatasan.
|
 |
-- Setelah ledakan bom di depan Kedubes Australia di Jakarta, Kamis
lalu, pasar uang atau bursa saham tak terlalu bergejolak. Hanya tampak
reaksi sesaat, yakni ketika rupiah menurun sampai ke level Rp 9.405/dolar
AS. Namun, itu hanya sebentar karena kemudian membaik lagi menjelang petang
pada posisi sekitar Rp 9.300/dolar AS. Demikian juga pada sesi perdagangan
kemarin, rupiah masih relatif stabil pada kisaran Rp 9.290/dolar AS.
|
 |
MARTABAT bangsa kita kembali terkoyak ketika guncangan bom kembali
meledak tak jauh dari Kantor Kedubes Australia di Jakarta, Kamis 9 September
2004. Pekan kemarin masyarakat terpana ketika secara tak terduga seorang
petinggi Polri kepergok sedang berbincang dengan salah satu terpidana bom
Bali di sebuah cafe di Jakarta. Tak pelak, sejumlah komentar makin merebak,
ada skenario apa di balik semua itu.
|
 |
"SUDAH punya anak belum?"
"Siap! Sudah, Jenderal!" Dengan sigap, prajurit itu menjawab
pertanyaan atasannya.
"Yang paling besar umur berapa?"
"Siap! Delapan tahun, kelas dua es-de, Jenderal!"
"Kalau ke sekolah, anakmu naik apa?"
"Siap! Saya antar sendiri. Kadang-kadang istri yang mengantar, Jenderal!"
|
 |
Saya pelanggan "Sigma Parabola Purworejo" terus terang kecewa
saat menyerviskan kompor gas. Setelah 3 hari kompor sudah jadi, Saya minta
karyawannya mencoba, tapi dia tidak mau dan ongkosnya Rp 65.000. Sampai
di rumah saya coba, kompor masih rusak, persis seperti sebelumnya.
|
|